
Djokovic menjuarai tiga dari empat turnamen Grand Slam 2011.
Hampir semua pemerhati tenis sepakat bahwa tahun 2011 milik petenis Serbia, Novak Djokovic.
Dari empat turnamen Grand Slam, tiga di antaranya ia juarai: Australia Terbuka, Wimbledon, dan Amerika Serikat Terbuka.
Ia juga tidak terhadang di berbagai turnamen lain.
Dalam catatan wartawan tenis BBC Jonathan Overend, rasio menang/kalah Djokovic adalah 70/6.
Namun harus ada catatan kaki untuk data statistik ini.
Dari enam kali kekalahan yang diderita Djokovic, dua di antaranya karena cedera dan ia harus mengundurkan diri, dua dalam kondisi fisik tidak sempurna, dan satu kali karena menabrak pembatas lapangan.
Jadi, kalau mau jujur, dalam kondisi prima, ia hanya sekali kalah sepanjang tahun 2011. Satu prestasi yang luar biasa.
Turnamen di Roma
Catatan prestasi yang fenomenal ini sudah terasa ketika Djokovic menjuarai Australia Terbuka untuk kedua kalinya bulan Januari. Ia kemudian tidak terkalahkan hingga di babak semifinal Prancis Terbuka bulan Juni ketika disingkirkan Roger Federer.
Itu berarti Djokovic tidak terkalahkan dalam 43 pertandingan sejak mengantarkan Serbia menjuarai Piala David 2010.
"Pada saat inilah saya merasa Djokovic bisa menjadi petenis nomor satu dunia. Ia mengalahkan Nadal dua kali."
Marian Vajda
Sebelum takluk di tangan Federer, Djokovic mengalahkan Rafael Nadal di turnamen di Roma, Italia, bulan Mei.
"Pada saat inilah saya merasa Djokovic bisa menjadi petenis nomor satu dunia. Ia mengalahkan Nadal dua kali. Yang pertama di Spanyol dan yang kedua di Roma," ungkap Marian Vajda, teman sekaligus pelatih Djokovic dalam wawancara dengan BBC.
"Saya memperkirakan ia bisa menang di Prancis Terbuka," kata Vajda yang dikenal jarang berbicara kepada media ini.
Perkiraan Vajda meleset karena langkah Djokovic terhenti di babak empat besar. Prancis terbuka adalah satu-satunya Grand Slam yang terlepas dari tangan Djokovic untuk tahun 2011.
Berlatih keras
Prestasi Djokovic 2011
- Januari: Australian Open
- Februari: Dubai Championship
- Maret: BNP Paribas Open, Indian Wells; Sony Ericsson Open, Miami
- April: Serbia Open
- Mei: Madrid Open; Italian Open
- Juli: Wimbledon
- Agustus: Rogers Cup, Montreal
- September: US Open
Vajda mengatakan kesuksesan Djokovic tidak lepas dari ketekuannya berlatih. "Ia menderia cedera bahu yang tidak kunjung sembuh sampai akhir tahun ini, mungkin karena terlalu banyak berlatih," kata Vajda.
Djokovic sendiri mengatakan rahasia sukses yang ia catat sepanjang tahun ini mungkin karena faktor mental.
"Permainan saya tidak berubah dalam dua atau tiga tahun terakhir," kata Djokovic dalam wawancara dengan BBC, September lalu.
Yang berubah adalah, lanjut Djokovic, sikap mental ketika turun di babak semifinal dan final. Dibanding beberapa tahun lalu, sekarang ia sama sekali tidak merasa minder ketika menghadapi petenis legendaris sekelas Federer dan Nadal.
"Sikap mental ini saya dapatkan setelah bisa mengalahkan mereka dalam beberapa pertandingan sulit," kata Djokovic.
Ia sekarang memusatkan perhatian untuk menyembuhkan cedera yang telah membuat deretan angka-angka di data statistik 2011 tidak sesempurna yang ia inginkan.
Tidak sempurna di mata Djokovic.
Namun bagi para pesaing dan pemerhati tenis, prestasinya untuk 2011 sungguh tidak tertandingi. Hanya ada satu kata untuk menggambarkannya: fenomenal!











