
Bernie Ecclestone sudah memasukkan GP Bahrain dalam musim balap F1 2012.
Grand Prix F1 Bahrain akan kembali digelar tahun 2012 walau masih berkembang keprihatinan atas unjuk rasa antipemerintah di negara itu.
Hal itu ditegaskan bos F1, Bernie Ecclestone, menjelang balapan terakhir musim ini di Sao Paulo, Brasil, yang akan berlangsung Minggu 27 November.
Beberapa hari lalu sebuah laporan independen di Bahrain menyebutkan aparat keamanan pemerintah menggunakan kekerasan secara berlebihan dalam menghadapi aksi unjuk rasa.
Sedikitnya 40 orang tewas sejak aksi unjuk rasa menentang keluarga kerajaan dan pemerintah marak delapan bulan lalu.
Gelombang unjuk rasa dan kekerasan itu membuat penundaan GP Bahrain 2011, yang mestinya dilaksanakan pekan ketiga Februari.
Bagaimanapun Ecclestone menegaskan bahwa musim 2012 akan mencakup GP Bahrain.
"Ada dalam kalender. Kami akan di sana, kecuali sesuatu yang amat buruk terjadi dan menghentikan kami," katanya di Sao Paulo, Brasil.
AS dan Korsel
GP Bahrain
- 21 Februari - Ditunda karena aksi unjuk rasa
- 3 Juni - Dijadwalkan menjadi 30 Oktober
- 15 Juni - GP Bahrain dibatalkan
- 1 September - Diputuskan masuk kembali pada musim 2012
Ecclestone juga mengharapkan balapan Bahrain tidak akan menjadi daya tarik bagi pengunjuk rasa untuk melakukan aksi mengingat liputan F1 yang disaksikan orang di seluruh dunia.
Rencananya GP Bahrain akan digelar pada tanggal 22 April 2012.
"Saya akan menunggu dan melihat yang terjadi dan kemudian memutuskan. Sampai saat ini mereka melakukan semua hal yang menurut mereka akan dilakukan."
Selain Bahrain, masih ada dua GP lain yang juga terancam tidak bisa digelar pada musim 2012.
GP Amerika Serikat di Austin sudah masuk dalam kalender 2012 pada bulan November namun pihak penyelenggara belum membayar iuran kepada Ecclestone.
Sedangkan Korea Selatan meminta pengurangan iuran US$50 juta karena tidak mampu lagi untuk membayarnya.
Ecclestone mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan penyelenggara GP Korea Selatan untuk mengatasi masalah tersebut.










