BBC navigation

Apakah Vettel akan mengulang Schumacher?

Terbaru  23 November 2011 - 21:51 WIB
Sebastian Vettel

Perpaduan Sebastian Vettel dengan Red Bull-Renault amat perkasa di musim 2011.

Balapan terakhir F1 musim 2011 di Brasil jelas tidak akan seru lagi dan amat berbeda dibanding tahun 2008 ketika Hamilton merebut juara GP walau pembalap tuan rumah dari Ferrari, Felipe Massa, yang menang di Brasil.

Waktu itu Hamilton sedikitnya harus finish di posisi lima untuk meraih juara dan sampai menjelang lap terakhir dia masih di posisi enam, namun untunglah menjelang garis finish dia berhasil memotong pembalap Toyota, Timo Glock, yang tak bisa melaju kencang karena masih menggunakan ban kering padahal sirkuit sudah basah diterpa hujan.

Itu drama, sedangkan tahun ini, Sebastian Vettel sudah meraih gelar pada awal Oktober di GP Jepang, ketika masih ada sisa empat balapan lagi.

Penampilan Vettel tahun ini dan juga pada musim sebelumnya, seperti mengingatkan kembali pada era Michael Schumacher, yang mendominasi F1 setelah saingan kuatnya waktu itu, Mika Hakinen, mundur.

Ada saatnya, antara tahun 2000 hingga 2004, para penggemar F1 sepertinya dibawa ke dalam balapan rutin: Schumacher menang, menang, dan menang lagi.

Apalagi Vettel sudah memecahkan rekor sebagai pembalap termuda yang meraih juara dunia F1 pada usia 23 tahun, lebih muda ketika Fernando Alonso merebut juara di musim 2005, pada usia 24 tahun 58 hari.

Pembalap muda Jerman ini juga masuk ke dalam kelompok elite delapan pembalap F1, yang meraih juara dunia dua kali berturut-turut, dengan tambahan pembalap termuda dalam barisan elite tersebut.

Masih panjang

Walau prestasinya masih jauh di bawah Schumacher yang meraih tujuh juara dunia -Vettel baru dua kali- terbuka peluang untuk menyamai atau melewati rekor yang dicatat Schumacher tersebut.

Schumacher dan Vettel

Michael Schumacher

  • Lahir: 3 Januari 1969
  • Kebangsaan: Jerman
  • Tim: Benetton, Ferrari, Mercedes
  • Menang GP : 91 kali
  • Juara dunia: 1994, 1995, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004

Sebastian Vettel

  • Lahir: 3 Juli 1987
  • Kebangsaan: Jerman
  • Tim: BMW Sauber,Toro Rosso, Red Bull
  • Menang GP: 21 kali
  • Juara dunia: 2010, 2011

Ada banyak alasan untuk itu.

Dia bergabung dalam Tim Red Bull, yang merupakan tim terkuat di F1 saat ini. Pembalap kedua Red Bull, Mark Webber, yang kini berada di posisi ke empat masih punya peluang naik ke urutan kedua, jika menang di Brasil dan Jenson Button dari McLaren tidak mampu meraih angka.

Di klasemen tim, Red Bull-Renault sudah dipastikan kembali meraih juara tim untuk yang kedua kalinya. Musim ini, hingga balapan di Abu Dhabi dua pekan lalu Red Bull berhasil mengumpulkan 607 angka, jauh dari McLaren di posisi dua dengan 482 angka.

Dan belum ada tanda-tanda tim Red Bull-Renault melemah. Bulan September, Red Bull malah mendapat jaminan perpanjangan kontrak untuk lima tahun lagi hingga 2016 yang memberikan stabilitas untuk jangka yang relatif panjang.

Sementara semangat Vettel jelas tidak diragukan. Walau sudah meraih juara dunia di Jepang, dia masih tetap tampil semaksimal mungkin dan meraih juara di GP Korea dan GP India.

Bahkan di Abu Dhabi dia masih sempat memimpin ketika lepas dari garis start namun harus ke luar karena bannya bocor di tikungan pertama dan Lewis Hamilton -pada posisi start kedua- yang akhirnya meraih juara GP Abu Dhabi.

Jadi jika dihitung secara matematis, Vettel jelas punya peluang mengalahkan catatan tujuh juara dunia dari Schumacher.

Begini hitungan sederhananya. Schumacher pensiun pada usia 40 tahun -walau kemudian turun kembali sejak balapan 2010- dan dengan asumsi Vettel lebih baik karena sudah meraih juara pertama kali dalam usia yang lebih muda, Vettel masih punya waktu belasan tahun di F1.

Persaingan ketat

Lewis Hamilton

Lewis Hamilton harus puas berada di bawah pembalap satu tim, Jenson Button.

Jelas tak ada jaminan jika Vettel akan menang terus setiap tahunnya hingga dia nanti berusia 40 tahun. Lagi pula, siapa yang bisa memastikan masa depan.

Banyak orang yang masih ingat dengan penampilan Fernando Alonso, yang meraih dua kali juara berturut-turut pada 2005 dan 2006 bersama Renault. Namun sejak pindah ke McLaren, kemudian kembali ke Renault dan kini bersama Ferrari, dia tak pernah lagi walau memang nyaris juara dunia tahun 2010.

Atau kisah tragis Ayrton Senna yang meraih tiga kali juara dunia namun meninggal pada usia 34 tahun di sirkuit San Marino tahun 1994.

Bagaimanapun perpaduan Vettel dan Red Bull jelas mengingatkan orang dengan ramuan Schumacher dan Ferrari pada masa 1990-an hingga pertengahan 2000-an.

Tapi tidak berarti F1 musim 2012 akan menjemukan.

Sepertinya bukan hanya persaingan antartim yang akan ketat, tapi juga antarpembalap satu tim. Bisa saja insiden tabrakan Vettel dan Webber di GP Turki 2010 terulang kembali karena dua-duanya bersaing ketat untuk merebut juara Turki.

Sementara di Tim McLaren, persaingan Hamilton dan Button juga tidak kalau serunya. Dua-duanya pernah meraih juara dunia, dan dua-duanya juga punya peluang mengalahkan yang lain.

Apalagi bos McLaren, Martin Whitmarsh, sepertinya ikut meramaikan dengan mengatakan bahwa Hamilton sepertinya menganggap rendah Button, yang punya peluang besar untuk menjadi juara dua pada musim tahun ini dan tak mungkin dikejar Hamilton lagi.

Jadi tak berarti musim 2012 akan kurang menarik biarpun diasumsikan Vettel akan menang dan menang lagi karena pertarungan ketat di baris kedua tampaknya masih akan tetap ada.

Itu juga yang membuat balapan penutup di GP Brasil -paling tidak menurut saya- masih tetap akan menarik: Button, Alonso, dan Webber tentu ingin meraih orang kedua.

Sementara kemenangan Hamilton di GP Brasil akan menambah keyakinan untuk masuk ke musim 2012.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.