Manchester City ingin meniru La Masia

Terbaru  18 November 2011 - 22:02 WIB
Stadion Etihad, Manchester City

Manchester City ingin mendirikan Kampus Etihad untuk membina pemain.

Ketika Barcelona mengalahkan Manchester United di final Liga Champion Mei 2011, tujuh pemain Spanyol menjadi pemain tim pertama dan empat lagi menjadi pemain dacangan, dengan manajer asli orang Spanyol.

Dilihat dari asal pembinaan, delapan pemain mendapat pendidikan di akademi sepakbola milik Barcelona, La Masia.

Kini Manchester City ingin meniru juara Liga Champions itu: menggunakan pemain yang dibina sendiri untuk meraih Piala Champions dan mendominasi sepakbola Eropa.

Sebenarnya Manchester City memiliki sembilan pemain asal Inggris yang turun bersama beberapa pemain bintang -seperti Yaya Toure, Edin Dzeko, maupun Sergio Aguero- namun hanya dua yang berasal dari tim muda mereka sendiri, yaitu Micah Richards dan Nedum Onuoha.

Dan upaya klub tersebut -yang memiliki dana besar sejak dibeli miliuner asal Abu Dhabi, Sheikh Mansour- dalam upaya meraih kemenangan masih tidak berhenti.

Kampus Etihad

Kampus Etihad

  • 80 hektar
  • Stradion berkapasitas 7.000 penonton
  • Bisa menampun 400 pemain muda
  • 40 pemain tinggal di kampus

Salah satu rencana adalah menggabungkan tempat latihan, tempat bertanding, maupun kantor administrasi dalam sebuah kompleks dan pemintaan izin bangunan sudah diajukan pada bulan September kepada Dewan Kota Manchester.

Walau izin resmi belum diperoleh, sudah berlagsung pekerjaan untuk membersihkan lahan bekas kawasan industri yang akan dijadikan Kampus Etihad -mengambil nama maskapai penerbangan Abu Dhabi yang menjadi sponsor utama.

Jika sudah berdiri, Kampus Etihad akan mampu menampung 400 pemain muda dan sebanyak 40 akan tinggal di asrama dan bersekolah di tempat itu.

Kampus juga akan dilengkapi dengan stadion berkapasitas 7.000 tempat duduk sebagai ajang bagi para pemain muda untuk belajar bertanding disaksikan ribuan penonton.

Tujuannya utamanya adalah di atas bekas lahan industri itu akan berdiri pusat pelatihan yang canggih yang suatu waktu akan bisa menjadi semacam La Masia milik Barcelona.

Diinspirasi Barceloa

"Kami tidak mengatakan kalau kami harus bermain seperti Barcelona, tapi mereka contoh yang fantastis untuk ditiru."

Patrick Viera

Patric Viera -yang pensiun dari Manchester City setelah main di Arsenal, Inter Milan, dan Timnas Prancis- menjadi salah seorang pembina pemain muda di City.

Dia mengaku Kampus Etihad diinsipirasi oleh Barcelona.

"Kami tidak mengatakan kalau kami harus bermain seperti Barcelona, tapi mereka contoh yang fantastis untuk ditiru. Kami terinspirasi oleh pekerjaan yang sudah mereka lakukan."

"Cara mereka menang di final Liga Champions (dengan pemain yang dikembangkan di akademi sendiri) adalah contoh hebat yang harus ditiru, tapi mereka sudah bekerja di sana selama 30 tahun."

Pandangan yang ditegaskan oleh Direktur Operasi City, Brian Marood -yang menjadi tulang punggung proyek ini bersama presiden klub, Garry Cook.

"Kalau anda melihat tim-tim Spanyol, di semua usia, mereka jelas sekali melakukan hal yang tepat," tutur mantan pemain Arsenal dan Sheffield itu.

"Jelas kalau kami sebaiknya melihat ke Barcelona. Mereka istimewa sebagai sebuah klub. Mereka sama sekali tidak bermain bertahan. Mereka mengizinkan kami untuk datang dan melihat filosofi serta budaya yang mereka kembangkan selama bertahun-tahun di sana."

Namun Marwood mengingatkan profesionalisme para pemain jika bergabung dengan City. Saat ini klub yang menduduki peringkat pertama sementara Liga Primer sedang menghadapi masalah dengan Carlos Tevez, yang menolak untuk bertanding dan pulang kampung ke Argentina tanpa izin.

Dia juga menambahkan bahwa Sheikh Mansour menjalin hubungan setiap hari melalui para penasehatnya dan memberi pandangan atas proyek kampus serta urusan bisnis lainnya.

Dengan dua mantan pemain profesional yang akan menangani kampus tersebut dan dana yang besar, jelas Sheik Mansour boleh berharap Kampus Etihad suatu waktu akan menghasilkan pemain-pemain kelas dunia.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.