Gloria Arroyo tetap dilarang meninggalkan Filipina

Terbaru  15 November 2011 - 22:43 WIB
Mantan presiden Gloria Arroyo di bandara Manila, 15 November 2011.

Mantan presiden Gloria Arroyo dilarang pihak berwenang meninggalkan Manlia.

Pemerintah Filipina tetap mencegah mantan presiden Gloria Arroyo untuk meninggalkan Filipina untuk berobat ke luar negeri.

Dia sudah tiba di bandara internasional Ninoy Aquino dengan menggunakan kursi roda dan mengenakan penopang leher, Senin 15 November.

Namun pihak imigrasi melarangnya memasuki pesawat yang akan membawanya terbang ke Singapura dengan tujuan akhir Spanyol.

Arroyo yang didamping suaminya akhirnya meninggalkan bandara dengan ambulans menuju ke rumah sakit. Seorang anggota senat pendukungnya, Edcel Lagman, mengatakan dia langsung menjalani pemeriksaan stres.

Suaminya, Jose Miguel Arroyo, mengecam keras keputusan pihak imigrasi tersebut.

"Saya amat sedih, saya merasa marah. Bagaimana mereka menolak untuk mematuhi perintah Mahkamah Agung. Itu tirani," tuturnya kepada para wartawan.

Hakim agung zaman Arroyo

Sebelumnya, masih pada hari yang sama, Mahkamah Agung Filipina memutuskan bahwa larangan bepergian ke luar negeri atas Arroyo melanggar konstitusi karena dia belum didakwa secara resmi.

Keputusan MA tersebut bertentangan dengan keingingan Presiden Benigno Aquino, yang sudah menetapkan salah satu prioritasnya adalah menyelidiki dugaan korupsi dan kecurangan pemilu pada masa jabatan Arroyo.

Wartawan BBC di Manila, Kate McGeown, melaporkan sebagian besar hakim agung saat ini ditunjuk oleh Arroyo ketika masih berkuasa.

"Saya amat sedih, saya merasa marah. Bagaimana mereka menolak untuk mematuhi perintah Mahkamah Agung. Itu tirani."

Jose Miguel Arroyo

Dan bukan pertama kalinya Mahkamah Agung mengubah keputusan pemerintah.

Tahun lalu Presiden Aquino berupaya untuk membentuk Komisi Kebenaran guna menyelidiki pemerintahan Arroyo namun Mahmah Agung menolaknya karena dinilai bertentangan dengan konstitusi.

Kekhawatiran tidak kembali

Juru bicara kepresidenan, Edwin Lacierda, menegaskan bahwa pemerintah akan bersikap tegas dengan tetap menghormatinya.

"Ini drama tingkat tinggi. Mereka ingin agar masyarakat umum bersimpati kepada mereka," kata Edwin Lacierda seperti dikutip kantor berita AP.

Mantan presiden Filipina ini memang sedang dalam penyelidikian kasus korupsi namun ingin berobat ke luar negeri untuk penyakit tulang yang langka yang dideritanya.

Namun pemerintah khawatir dia tidak akan kembali lagi jika diizinkan bepergian ke luar negeri.

Kementerian Kehakiman Filipina kemudian mengeluarkan keputusan untuk mencegahnya meninggalkan Filipina, antara lain dengan alasan pengobatan di Filipina sudah cukup untuk menangani penyakitnya.

Ketika mengumumkan keputusan tersebut, Jumat 11 November, Menteri Kehakiman, Leila de Lima, juga mengungkapkan kekhawatiran kalau Arroyo akan menuju ke negara yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Filipina.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.