Apakah kekuatan di Manchester sudah pindah?

Terbaru  25 Oktober 2011 - 23:18 WIB
Pemain Manchester City, David Silva

Kemenangan City atas United dipimpin oleh permainan gemilang David Silva

Manchester City menyuguhkan statisik yang suram di sekitar kaki Alex Ferguson seperti puing-puing dan kini United harus menyatukan kembali puing-puing itu untuk mendiamkan obrolan tentang peralihan kekuatan.

Manajer Manchester United itu tidak menyembunyikan emosinya saat dibantai 6-1 oleh tetangganya dan menyebutnya sebagai hari terburuknya, "hasil terburuk dalam sejarah saya."

Kekalahan besar lainnya dari City adalah pada September 1989 di kandang City, 5-1. Waktu itu Ferguson mengaku pulang dan menyembunyikan kepalanya di bawah bantal selama beberapa jam untuk mengusir kepahitan.

Ditarik lebih ke belakang, angka ini merupakan kekalahan dengan enam gol di kandang sejak tahun tahun 1930.

Ketika Darren Fletcher mencetak gol ke gawang City, sempat timbul keyakinan tentang karakter United untuk bangkit kembali namun kenyataannya adalah dua gol lagi dari pemain pengganti Edin Dzeko dan satu dari David Silva.

Ferguson selama ini berjuang untuk supremasi di Ingris maupun di Eropa, namun sebelum kekalahan 6-1 ini, tidak pernah ada masalah dalam supremasi di kota Manchester.

Tim terbaik

Keunggulan City pada Minggu 23 Oktober dipimpin oleh penampilan yang cemerlang dari David Silva, dan itu artinya City memberikan ancaman yang nyata kepada United.

Roberto Mancini

Di bawah Mancini dengan dana dari Abu Dhabi, City memperkecil jurang dengan United

Namun apakah tetangganya itu sudah memiliki kekuatan untuk bisa mengalahkan United?

Jelas City sudah memperkecil jurang dengan United, berkat pengusaha Abu Dhabi yang menandatangi cek untuk membeli Sergio Aguero dan David Silva.

City bisa disebut sebagai tim yang terbaik dan paling berbakat di liga Inggris saat ini.

Jika ada yang meragukannya, bisa dilihat kembali umpan dari Silva ke Dzeko saat gol terakhir: sebuah gol yang indah dan diciptakan dari pemain terbaik di Liga Primer musim ini.

Tentu saja tidak berarti orang bisa memprediksi untuk jangka panjang hanya berdasarkan pada suatu hari ketika Ferguson dan United bermain buruk.

Keadaan darurat

Ferguson jelas akan mengambil langkah-langkah berdasarkan pengalamannya untuk menghadapi keadaan darurat.

Jika dicari hal yang hilang dari Ferguson pada musim transfer yang baru lalu adalah United tidak melakukan investasi atas pemain lapangan tengah kelas satu untuk menggantikan Paul Scholes yang pensiun.

Bagaimanpun orang-orang yang sudah bersiap-siap untuk menulis obituari Manchester United harus menahan diri dulu walau tetap bahwa pesan yang disampaikan City adalah mereka tidak bisa lagi diabaikan.

Roberto Mancini dan para pemainnya tidak hanya mengambil tiga angka dari Old Trafford namun juga keyakinan bahwa mereka berhak untuk menjadi pemimpin liga dan mereka punya kemampuan untuk bertahan di sana.

Mancini yang pragmatis jelas tidak akan menikmati kepuasan semata.

Dia tahu bahwa jika Ferguson kembali menyembunyikan kepala di bawah bantal, maka seluruh benaknya akan dipenuhi oleh pemikiran untuk menjamin bahwa pertandingan Minggu 23 Oktober bukanlah sebuah hari ketika dia menyerahkan kunci kekuasaan di Manchester kepada City.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.