BBC navigation

Pemain bola Korsel dilarang seumur hidup karena judi

Terbaru  17 Juni 2011 - 19:07 WIB
Komite Disipliner Korea Selatan

Anggota Komisi Disiplin Sepak Bola Korea Selatan merundingkan sanksi pemain

Liga utama sepak bola Korea Selatan menerapkan larangan seumur hidup terhadap 10 pemain yang baru-baru ini dikenai dakwaan mengatur hasil pertandingan.

Hukuman ini adalah yang terberat yang pernah diterapkan dalam sejarah liga Korea (K-League).

Pihak liga akan meminta asosiasi sepak bola Korea Selatan melarang para pemain ikut serta dalam acara lain yang terkait sepak bola.

Delapan dari 10 pemain yang dilarang berasal dari klub Daejeon Citizen, salah seorang di antaranya dituduh menerima lebih dari US$100 ribu dan membagikan ke teman-temannya agar mereka kalah.

"Kami telah meminta para pemain untuk menghadiri pertemuan komisi agar mereka mendapat kesempatan memberikan penjelasan namun tidak ada seorang pun yang hadir," kata Qwak Byung-cheol, presiden komite penyelidik dalam satu pernyataan.

Para perantara dan pemain dari tim lain juga telah dikenai dakwaan.

Skandal pengaturan hasil pertandingan ini juga dikaitkan dengan seorang pemain sepak bola yang ditemukan meninggal di kamar hotel.

Kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan catatan yang ditemukan di dekat jenazah pemain itu mengaitkan dengan jaringan pengaturan pertandingan.

Sports Toto, agen resmi judi online di Korea Selatan tidak lagi beroperasi atas permintaan pemilik klub K-League.

Pemerintah Korea Selatan juga telah mengancam akan menghentikan bantuan dana untuk liga olahraga yang terkait dengan skandal ini.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.