BBC navigation

Greenpeace tuduh Barbie merusak hutan

Terbaru  8 Juni 2011 - 15:05 WIB
Barbie

Perusahaan Mattel, produsen Barbie menggunakan kemasan dari hutan Indonesia.

Organisasi pemerhati lingkungan Greenpeace menemukan bukti boneka Barbie menggunakan kemasan yang berasal dari perusakan hutan Indonesia.

Dalam kampanyenya Rabu 09 June 2011, aktivis Greenpeace menggunakan jas tuxedo seperti yang digunakan Ken, kekasih Barbie, dan menbawa spanduk raksasa di Kantor Pusat Mattel yang bertuliskan "Barbie: Kita Putus. Aku tak sudi memiliki kekasih yang terlibat deforestasi."

Dalam uji forensik yang dilakukan oleh peneliti Greenpeace dan penyelidikan di lapangan langsung, pemetaan data dan penelusuran sertifikat perusahaan, ditemukan Perusahaan Mattel, produsen Barbie dan perusahaan-perusahaan mainan besar lain termasuk Disney, menggunakan kemasan yang diproduksi oleh Asia Pulp and Paper (APP).

Kepala Kampanye Hutan Indonesia Greenpeace, Bustar Maitar, mengatakan Barbie merusak hutan alam dan menyebabkan satwa langka seperti Harimau terancam punah.

"Mattel, pembuat Barbie, harus berhenti membungkus mainan paling terkenal di dunia ini dengan bahan yang berasal dari perusakan hutan. Mattel harus berhenti membeli kemasan dari APP yang diketahui sebagai perusak hutan."

Bustar mengatakan Mattel dan perusahaan mainan lain seperti Disney, memiliki tanggung jawab untuk mendukung pembangunan bersih dan rendah karbon.

"Untuk itu mereka harus beralih kepada produsen kertas Indonesia lain yang lebih bertanggung jawab."

Pemerintah Indonesia memperkirakan lebih dari satu juta hektar hutan rusak setiap tahunnya.

Greenpeace mengatakan upaya pemerintah untuk menghentikan sementara pemberian izin baru perusakan hutan, tidak dapat melindungi 45 juta hektar hutan alam dan lahan gambut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.