BBC navigation

Tiga klub baru di Liga Utama Inggris, Swansea, QPR dan Norwich

Terbaru  31 Mei 2011 - 18:43 WIB

Gol Scott Sinclair membawa Swansea masuk Liga Utama

Sekitar delapan tahun lalu saya pernah mengunjungi stadion klub sepakbola Swansea. Tidak terlalu besar, tidak terlalu terawat dan agak ketinggalan jaman.

Maklum klub Wales, Swansea yang terus dirundung persoalan, saat itu hampir terlempar dari divisi terendah liga profesional Inggris dan saat itu baru saja lepas dari ancaman kebangkrutan. Bayar tagihan listrikpun mereka kesusahan.

Tapi Stadion Liberty yang terletak di pinggir pantai Swansea itu pasti telah berubah.

Apalagi dengan klub itu memastikan akan berlaga di Liga Utama Inggris musim depan.

Pemasukan dari sponsor dan hak siar TV untuk Liga Utama memastikan klub itu sedikitnya akan menerima £90 juta, cukup untuk memperbaiki beberapa sudut stadion dan membeli satu dua pemain kalau memang diperlukan.

Yang tidak berubah dari Swansea adalah gaya permainan. Klub ini mungkin tak terlalu terkenal di luar Inggris, tetapi di sini, terutama di lingkar luar Liga Utama, Swansea di kenal sebagai klub dengan tradisi permainan menyerang.

Sebuah kekuatan sekaligus kelemahan. Karena klub ini sering mencetak gol banyak, tetapi juga tidak kalah banyak kebobolannya. Mungkin karena itulah, untuk jangka yang lama klub ini tak kunjung bisa menembus ke Liga Utama Inggris.

Kini rintangan terlampui sudah. Swansea bergabung dengan QPR dan Norwich naik kelas ke Liga Utama dari divisi Championship. Persoalannya adalah akan mampukah ketiga klub ini bertahan di liga utama?

Bisakah selamat?

Blackpool saat melawan Chelsea

Blackpool, yang direlegasi dari liga utama, memiliki permainan menyerang

Kalau berkaca pada apa yang terjadi terhadap tiga klub yang mengalami promosi tahun lalu: Newcastle, West Brom dan Blackpool; maka Swansea dan QPR akan terkena relegasi dan Norwich lolos.

Mengapa ? Karena Swansea dan QPR sama-sama memainkan permainan menyerang layaknya Blackpool, sementara Norwich lebih berhati-hati dengan keseimbangan permainan antara bertahan dan menyerang layaknya Newcastle dan West Brom.

Gaya permainan menyerang yang diperagakan oleh Blackpool, Swansea dan QPR memang terlalu bagus untuk divisi Championship, tetapi untuk Liga Utama mungkin belum cukup karena standard permainan berbeda dan juga kemampuan pemain yang berlaga di disini juga berbeda.

Itu sudah dialami sendiri oleh Blackpool yang terlempar dari Liga Utama tahun ini. Mereka adalah pencetak gol paling produktif di luar lima besar Liga Utama, tetapi apa boleh buat mereka juga mengumpulkan jumlah kebobolan terbanyak.

Para pemain belakang Blackpool tidak terbiasa untuk disiplin bertahan dan mencerna bahwa tugas utama pemain belakang adalah bertahan. Setiap ada kesempatan untuk ikut menyerang, insting pemain belakang Blackpool adalah maju dan membantu penyerangan.

Padahal para pemain depan yang bermain di Liga Utama sangat tajam, berlipat-lipat lebih tajam dibanding divisi di bawahnya.

Mereka mengendus setiap kesempatan untuk mencetak gol dan sangat klinis. Hampir setiap kesalahan pemain belakang akan dihukum dengan gol. Dan itu yang terjadi.

Pragmatisme

Bukan berarti kemudian Blackpool dipermalukan di Liga Utama. Hampir semua penggemar bola mengacungkan jempol untuk permainan Blackpool karena selalu berlangsung menarik, jumlah gol yang tak sedikit dan penuh dengan drama.

Hampir semua menyayangkan turunnya Blackpool dari liga utama.

Naiknya Swansea dan QPR akan memberi ganti atas hilangnya Blackpool. Bahkan dua sekaligus.

Persoalannya adalah kalau Swansea dan QPR bertahan untuk menitikberatkan permainan dengan tetap menyerang habis-habisan, kecuali mereka mendapatkan kualitas pemain yang lebih baik, kemungkinan keduanya akan terdegaradasi seperti Blackpool.

Tetapi kalau mereka mengubah gaya permainan mereka untuk bisa selamat di Liga Utama, mereka akan dianggap mengorbankan nyawa permainan untuk sekadar kepentingan uang.

Dan Liga Utama akan kehilangan sebagian tontonan menariknya.

Entah nanti yang akan dipilih oleh Swansea dan QPR.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.