BBC navigation

PSSI gagal pilih ketua baru

Terbaru  21 Mei 2011 - 00:24 WIB
Agum Gumelar

Agum Gumelar menutup kongres karena menurutnya tidak kondusif

Kongres PSSI yang seharusnya melahirkan ketua umum yang baru akhirnya ditutup tanpa hasil, Jumat (20/05).

Ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar, menutup kongres tersebut karena menilai suasana sudah tidak kondusif untuk meneruskan agenda acara pemilihan ketua.

"Baik saudara-saudara karena sudah tidak kondusif dan tidak mungkin menghasilkan keputusan maka dengan mengucapkan Allhamdullilah dan mengucap maaf sebesar-besarnya kepada rakyat Indonesia, kongres saya tutup," kata Agum Gumelar disertai teriakan beberapa peserta konggres yang tidak setuju dengan langkah itu.

Sebelumnya sejumlah peserta yang hadir meminta agar dalam pelaksanaan acara konggres kali ini dimasukan agenda penjelasan dari komite banding yang sebelumnya telah meloloskan dua calon ketua umum PSSI, George Toisutta dan Arifin Panigoro.

"Komite Banding juga berhak untuk bisa menjelaskan keputusannya," kata salah satu peserta kongres.

Namun Agum menilai kedua calon tersebut tidak bisa dimajukan karena memang sejak awal ditolak oleh FIFA.

Isu George, Arifin

"Karena sudah tidak kondusif dan tidak mungkin menghasilkan keputusan maka dengan mengucapkan allhamdullilah dan mengucap maaf sebesar-besarnya kepada rakyat Indonesia kongres saya tutup"

Agum Gumelar

Pendapat Agum dikuatkan oleh utusan FIFA yang hadir sebagai peninjau dalam kongres kali ini, Thierry Regenass.

"Ada alasan penolakan yang berbeda terhadap keempat calon tapi prinsipnya tiap anggota asosiasi harus mengontrol kondisi persepakbolaan di negara mereka, karena prisnip itu maka kegiatan LPI yang berada diluar PSSI adalah hal tabu bagi FIFA,” kata Thierry Regenass.

"Karena liga tersebut diluar kontrol PSSI maka pengusungnya ataupun promotornya tidak bisa ikut pencalonan sebagai ketua PSSI," tambahnya mengenai alasan penolakan FIFA terhadap pencalonan Arifin Panigoro dan George Toisutta.

Namun pendapat utusan FIFA ini sempat didebat oleh sejumlah peserta kongres yang mendukung pencalonan kedua nama tersebut.

"Keputusan FIFA yang melarang pencalonan nama-nama orang ini melanggar statuta FIFA tentang diskriminasi," kata salah satu peserta kongres Catur Agus Saptono.

Perdebatan ini terus berlanjut hingga akhirnya Agum Gumelar memutuskan untuk menutup kongres tersebut.

Mengenai soal kepastian adanya sanksi dari FIFA pasca gagalnya kongres yang digelar komite normalisasi masih belum ada kepastian.

Utusan FIFA yang hadir sebagai peninjau dalam kongres kali ini akan memberikan laporan lengkap terlebih dahulu kepada komite eksekutif.

"Saya akan melaporkan berjalannya konggres hari ini kepada Komite Eksekutif yang akan melakukan pertemuan minggu depan," kata Thierry Regenass.

Link terkait

Topik Terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.