Pemilik baru, Arsenal tak berubah

Terbaru  18 April 2011 - 22:17 WIB

Eboue

Arsenal cenderung melakukan kesalahan tak perlu

Di balkon atas Stadion Emirate, tanggal-tanggal Arsenal merebut piala terpampang jelas dengan huruf berwarna putih.

Di antara itu, pendukung klub memajang poster-poster bertuliskan kejayaan Arsenal di masa lalu: Anfield '89, Old Trafford '02 dan sebagainya.

Namun setelah merebut Piala FA tahun 2005, terjadi kekosongan yang sangat panjang dan setelah hasil seri 1-1 dengan Liverpool hampir pasti ruang kosong itu akan tetap hampa setidaknya satu tahun lagi.

Ini merupakan satu pertanda menyakitkan akan kehampaan prestasi yang berjalan sudah terlalu lama bagi pendukung setia Arsenal dan dengan kehadiran Stan Kroenke, pemilik baru, yang memilih pertandingan di Stadion Emirates bukan pertandingan play off NBA yang dihadapi Denver Nuggets, para pemain Arsenal berhasil menunjukkan perlunya investasi dana segar untuk memperkuat tim.

Pertandingan yang di awal berjalan tidak mengesankan ini tiba-tiba hidup setelah Robin van Persie menyarangkan gol dari titik penalti dalam perpanjangan waktu selama delapan menit setelah pertandingan terhenti akibat Jamie Carragher menderita cedera kepala di menit ke 56.

Namun terlihat jelas sikap merusak diri Arsenal yang kali ini terlihat pada perilaku Emmanuel Eboue yang menjatuhkan Lucas Leiva di kotak penalti sehingga Liverpool bisa menyamakan kedudukan di detik-detik terakhir.

Ini merupakan kali ketiga Arsenal menyia-nyiakan kesempatan besar meraih tiga poin penuh dan hanya meraih satu poin dalam pertandingan di kandang sendiri yang pada akhirnya semakin memupus harapan menjadi juara Liga Utama Inggris.

"Sejujurnya bisa saya katakan bahwa pemain veteran seperti Nigel Winterburn tidak akan pernah membuat kesalahan itu," ujar mantan pemain belakang Arsenal Lee Dixon. "Hal kecil seperti itu yang terjadi di sepanjang musim kompetisi yang membuat satu klub gagal merebut gelar juara liga.

"Dalam waktu dua menit, Arsenal memiliki kesempatan merebut gelar dan gagal. Piala Carling, Piala FA, Liga Champions, berapa banyak lagi kesempatan yang dibuang? Saya tidak tahu apakah mereka cukup memiliki mental untuk membalikkan semua itu. Apakah mereka bisa bangkit dari ini semua hanya waktu yang bisa membuktikan."

Striker handal

Arsene Wenger

Wenger bertekad untuk berjuang hingga akhir

Sebagai tim yang bisa berbangga diri dengan permainan sepakbola menyerang yang enak ditonton, kegagalan terbesar Arsenal beberapa minggu terakhir adalah ketidakmampuan mencetak gol, tujuh gol dalam tujuh pertandingan terakhir.

Dalam melawan Liverpool, tiga pemain depan utama Arsenal: Van Persie, Samir Nasri dan Theo Walcott berhasil diredam oleh barisan pertahanan Liverpool tambalan setelah Glen Johnson, Martin Kelly, Daniel Agger, Fabio Aurelio dan Carragher, yang jatuh pingsan setelah kepalanya tertumbuk John Flanagan.

Ketika Niclas Bendtner dan Andriy Arshavin dimainkan di babak kedua, mereka tidak menampilkan permainan yang bisa meyakinkan klub untuk bisa terus dipertahankan, sementara Marouane Chamakh -yang diawal musim sangat produktif- bahkan tidak masuk dalam pemain cadangan.

Mantan striker Arsenal John Hartson mengatakan prioritas utama Arsenal pada periode transfer pertengahan tahun ini adalah membeli striker.

"Saya pikir Bendtner dan Chamakh tidak cukup bagus," ujarnya. "Saya rasa mereka memerlukan striker yang sangat bagus yang siap menunggu di kotak penalti dan menyumbang 25 gol setiap musim dan membantu Robin van Persie. Untuk bisa melaju ke tingkat lebih tinggi, Arsene Wengers harus membeli pemain depan yang mahal."

Dengan Manchester United enam poin lebih unggul dan enam pertandingan tersisa, Arsenal harus mengalahkan Tottenham hari Rabu malam (20/04) atau mereka akan kehilangan harapan merebut gelar juara liga di tangan pesaing utama dari London Utara ini untuk kedua kali berturut-turut.

Wenger menggambarkan pertandingan melawan Spurs ini sebagai "ujian mental" tetapi ketika ditanya apakah itu merupakan ujian terbesar bagi dirinya di Emirates, dia terdiam beberapa saat seakan-akan mengingat masa kejayaan dan kelam selama 15 tahun menjadi manajer klub itu; "Ada beberapa," ujarnya. "Harapan selalu ada tetapi tergantung pada kami untuk memenangkan pertandingan yang dihadapi.

"Kami 15 kali bertanding secara berturut-turut tanpa kekalahan tetapi akhir-akhir ini kami tidak meraih angka yang cukup. Sekarang kami harus berbuat sekuat tenaga hingga pertandingan terakhir musim kompetisi tahun ini untuk melihat apakah tahun ini kami akan merebut piala."

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.