BBC navigation

Calton Cole terancam sanksi karena twitter

Terbaru  9 April 2011 - 08:23 GMT
carlton_cole

Carlton Cole bukan pemain pertama yang diseldiki FA karena komentarnya di Twitter.

Pemain Depan West Ham, Carlton Cole dikenai tuduhan telah melakukan perbuatan tidak pantas oleh Federasi Sepakbola Inggris, FA.

FA menilai Cole mengeluarkan komentar tidak pantas lewat akun pribadinya di situs jejaring sosial, Twitter, tak lama setelah dia memperkuat Inggris dalam laga persahabatan menghadapi Ghana.

Cole kedapatan mengomentari pendukung Ghana yang hadir di Stadion Wembley menyaksikan laga tersebut.

"Imigran telah mengelilingi Stadion Wembley! saya tahu itu jebakan!...hahaha," kata Cole lewat akun twitternya saat itu.

"Satu-satunya cara keluar yang aman adalah mengenakan kostum Inggris dan mengecat wajah menyerupai bendera St George!" tambahnya.

Komentar itu memang belakangan dihapus dari akunnya.

Cole mengatakan komentarnya tersebut hanya bentuk gurauan saja dan dia sendiri memang punya waktu hingga hari Rabu (13/4) mendatang untuk menanggapi tuduhan yang disampaikan FA.

Terancam denda

Sikap Cole ini juga mendapat perhatian dari sebuah organisasi yang peduli terhadap persoalan persamaan dan menolak sikap rasis di dunia sepakbola, Kick It Out.

"Kami mendesak perilaku yang lebih bertanggung jawab dalam penggunaan twitter terutama karena yang mengakses akun mereka meningkat dan juga karena popularitas mereka," kata Ketua Kick It Out, Lord Ouseley.

"Komentar yang terlihat biasa saja kadang dapat dianggap sebagai komentar menyerang dan tanpa disadari memperkuat stereotip negatif bahkan bisa menjadi rasis."

Penyelidikan terhadap komentar seorang pemain di Twitter oleh FA bukanlah hal yang pertama.

Pada Januari lalu, pemain asal Belanda yang ketika itu memperkuat Liverpool, Ryan Babel pernah dihukum denda sebesar £10.000 karena memperolok wasit lewat akun Twitternya.

FA juga sempat menyelidiki komentar pemain Arsenal, Jack Wilshere di Twitter yang juga mempertanyakan kepemimpinan wasit, namun dia saat itu bisa lepas dari hukuman.

Inggris memang punya aturan ketat kepada pemainnya yang mempunyai akun pribadi di sejumlah situs jejaring sosial.

Pada Piala Dunia di Afrika Selatan lalu seluruh pemain Inggris dilarang untuk mengirimkan komentarnya di Facebook atau Twitter serta menuliskan artikel di surat kabar selama mereka mengikuti turnamen tersebut.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.