Indonesia sambut baik keputusan FIFA

Terbaru  5 April 2011 - 08:10 GMT
Menpora Andi Mallarangeng

FIFA menganggap kepengurusan PSSI di bawah Nurdin Halid tidak lagi kredibel

Pemerintah Indonesia menyatakan menyambut baik keputusan FIFA untuk membentuk Komite Normalisasi setelah menyatakan pengurus PSSI dibawah Nurdin halid telah kehilangan kredibilitasnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng menjanjikan pemerintah akan membantu FIFA dengan menyediakan dukungan dan fasilitas agar komite ini dapat segera bekerja.

FIFA pada tanggal 1 April 2011 memutuskan untuk mengambil alih Komite Eksekutif PSSI, namun keputusan itu baru beredar luas Senin malam (4/4) waktu Indonesia.

FIFA menganggap kepengurusan PSSI telah kehilangan kredibilitasnya dan karenanya tidak berada pada posisi untuk menyelesaikan krisis yang ada, terutama menyangkut ketidakmampuan pengurus PSSI untuk mengendalikan Liga Primer Indonesia yang diputar di luar struktur organisasi PSSI.

Pemerintah menganggap keputusan ini sebagai pintu masuk untuk mengubah kinerja bola nasional dan karena itu akan mendukungnya.

"Kami menganggap keputusan FIFA ini merupakan momentum untuk mereformasi sepakbola Indonesia dan PSSI," kata Andi di depan wartawan yang mengikuti kegiatannya di kantor KPK, Selasa (05/04) siang.

Tidak ikut campur

Menurut tafsir pemerintah, keputusan FIFA akan diikuti dengan kongres untuk memilih ketua dan pengurus lainnya.

Tetapi bagaimana rincian dampak akibat keputusan itu, pemerintah sendiri mengaku Kementrian Pemuda dan Olahraga masih melakukan komunikasi intensif untuk mengetahuinya.

Yang banyak dipertanyakan saat ini misalnya, adalah apakah keputusan itu otomatis menganulir rencana Kongres yang akan digelar akhir bulan ini di Surabaya, Jatim.

Yang jelas, kata Andi, pemerintah mendukung keputusan FIFA dengan, antara lain, adalah menyediakan gedung kantor yang sebelumnya dipakai pengurus PSSI untuk dioperasikan oleh Tim Normalisasi nanti bila terbentuk.

"Silakan komite ini kalau terbentuk menggunakan kantor PSSI sekarang di Senayan,"tambahnya.

Andi Mallarangeng juga menyatakan pemerintah tidak akan ikut campur dalam penunjukan keanggotaan Komite Normalisasi, dan menyerahkan pembentukannya sepenuhnya pada FIFA.

Saat ini antara lain beredar nama Agum Gumelar, mantan ketua umum PSSI, sebagai calon anggota atau ketua komite tersebut.

Dalam putusannya yang lain, FIFA menyebut Komite Normalisasi akan kemudian menyelenggarakan pemilihan ketua selambat-lambatnya bulan depan agar organisasi sepakbola Indonesia segera mempunyai ketua yang baru.

Ketua PSSI Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, George Toisutta, dan Arifin Panigoro, empat kandidat yang sempat ditolak oleh Komite Banding PSSI pada 28 Februari 2011 silam, tidak diperkenankan untuk ikut dalam pemilihan.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.