Terbaru  20 Juli 2010 - 03:41 GMT

Spurs 'haramkan' vuvuzela di stadion

Terompet vuvuzela selain membuat kemeriahan juga sering dianggap mengganggu para pemain di lapangan.

Kisah terompet vuvuzela yang meramaikan sekaligus membuat kontroversi di Piala Dunia 2010, ternyata tak berakhir setelah usainya Piala Dunia.

Menjelang kompetisi Liga Primer musim 2010-2011 bergulir, Tottenham Hotspurs menjadi klub pertama yang melarang penggunaan vuvuzela di stadion.

Manajemen Spurs menganggap suara nyaring vuvuzela berpotensi menimbulkan masalah keselamatan bagi publik.

Keputusan Spurs melarang terompet panjang bersuara nyaring ini diambil setelah melakukan konsultasi dengan polisi dan pengawas lisensi.

"Kami khawatir keberadaan instrumen itu di dalam stadion kami akan menimbulkan risiko yang tidak diperlukan terhadap keselamatan publik dan berpotensi membuat penonton tidak bisa mendengar jika ada pengumuman keadaan darurat," kata manajemen klub lewat situs resminya.

"Kami sangat bangga dengan atmosfir yang dihasilkan suporter kami di Stadion White Hart Lane," tambah pernyataan itu.

Suara bising vuvuzela -yang jika dibunyikan bersamaan mirip dengan suara lebah- membuat kontroversi di perhelatan Piala Dunia Afrika Selatan.

Sejumlah liga sepakbola sudah melarang penggunaan vuvuzela di dalam stadion.

Sementara itu penyelenggara kejuaraan Piala Dunia Rugby di Selandia Baru tahun depan nampaknya akan mengambil keputusan melarang vuvuzela.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.