Terbaru  30 Juni 2010 - 11:04 GMT

Ronaldo "patah hati" karena kekalahan Portugal

Cristiano Ronaldo

Ronaldo tidak banyak menciptakan peluang bagi Portugal melawan Spanyol.

Kapten Portugal Cristiano Ronaldo mengatakan dia merasa seperti "patah hati" menyusul kekalahan 0-1 dari Spanyol di babak kedua Piala Dunia.

Bintang Real Madrid ini tidak bisa berbuat banyak dalam pertandingan dimana kemenangan Spanyol ditentukan oleh David Villa.

Spanyol di perempat final akan menghadapi Portugal.

Ini merupakan turnamen yang mengecewakan bagi Ronaldo, yang gagal membawa permainan cemerlangnya di kluib ke tim nasional.

"Saya sepenuhnya sedih, frustasi dan kesedihan yang sangat mendalam," kata pemain sayap berusia 25 tahun tersebut.

Ronaldo yang mencetak 33 gol bagi Real Madrid di musim lalu, hanya mencetak satu gol selama Piala Dunia, dalam kemenangan telak 7-0 atas Korea Utara.

Namun dalam pertandingan melaan Spanyol hari Selasa, di Cape Town, Ronaldo tidak bisa menunjukkan pengaruhnya, dan terutama di babak kedua, ketika Spanyol mendominasi permainan, dan juga karena taktik yang diterapkan oleh pelatih Carlos Queiroz membuat Ronaldo sendirian di depan.

Ronaldo juga terpaksa membantah telah mengkritik Queiroz, setelah kamera televisi merekam apa yang dikatakannya setelah pertandingan selesai.

"Bagaimana saya menjelaskan kekalahan ini ? Tanya saja Carlos Queiroz," kata Ronaldo.

Pernyataan itu mendapatkan banyak kritikan di Portugal, karena menurut mere hal tersebut tidak seharusnya dikeluarkan oleh seorang kapten tim nasional.

"Ketika saya mengatakan tanya saja pelatih, itu karena Carlos Queiroz sedang memberikan jumpa pers," kata pemain terbaik dunia FIFA tahun 2008 tersebut.

"Saya tidak dalam posisi untuk menjelaskan apa yang terjadi. Saya juga manusia, dan saya mempunya hak untuk bersedih sendirian."

Spanyol pantas menang

Sementara itu, Queiroz mengatakan bahwa timnya memang tampil lebih buruk dibandingkan Spanyol, apalagi mereka sempat bermain dengan 10 orang setelah Ricardo Costa terkena kartu merah, dalam insiden dengan pemain Spanyol Joan Capdevilla.

"Spanyol memiliki peluang lebih baik, dan saya kira memang berhak untuk menang." kata Queiroz.

"Mereka lebih efektif dalam memindahkan bola. Kami berusaha melakukan serangan balik. Kami mendapatkan peluang tapi gagal mencetak gol."

Meskipun tampil bertahan, dan hanya menyerang dalam lima menit terakhir pertandingan, Queiroz mengatakan Portugal sudah memberikan segalanya.

"Kami sudah menunjukkan ambsi dan tekad namun itu belum cukup. Kami harus tampil lebih baik lagi." tambah mantan asisten manajer Manchester United tersebut.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.