Terbaru  25 Juni 2010 - 07:22 GMT

Misi mustahil Pantai Gading

Pantai Gading harus menang besar ketika menghadapi Korea Utara untuk membuka peluang lolos ke 16 besar

Saat memasuki Stadion Mbombela, Nelspruit, Pantai Gading mengusung misi mustahil saat menghadapi Korea Utara yang sudah tersingkir.

Secara teori, Pantai Gading masih berpeluang lolos ke 16 besar namun peluang The Elephants sangat tergantung dua hal.

Pertama, setelah Portugal mencukur Korea Utara 7-0, maka Didier Drogba dkk harus mencetak gol lebih banyak ketimbang yang dicetak Portugal.

Kedua, selain mencetak banyak gol Pantai Gading berharap Brasil bermain sangat serius dan mengalahkan Cristiano Ronaldo dkk.

Sehingga tak ada pilihan lain bagi Pantai Gading selain menyerang sejak menit pertama. Nampaknya, instruksi menyerang habis-habisanlah yang akan diberikan sang pelatih Sven Goran Eriksson.

"Kami pasti akan terus menyerang. Namun, kami tak bisa begitu saja menyerang. Kami harus disiplin dan bertahan dengan baik. Jika kami lengah maka Korea Utara siap menghukum kami," kata mantan pelatih Inggris itu.

Eriksson, yang baru menangani Pantai Gading menjelang Piala Dunia 2010, mengatakan bakal melakukan perubahan skema permainan.

Setidaknya, kami ingin meninggalkan Piala Dunia ini dengan kepala tegak

Sven Goran Eriksson

"Kami akan membuat sejumlah perubahan kecil. Penampilan kami di dua pertandingan lalu sebenarnya cukup baik," kata pelatih asal Swedia itu.

Dan, perubahan itu tidak akan mencakup sang kapten Didier Drogba yang dipastikan menjadi starter di pertandingan terakhir ini.

"Didier akan menjadi starter. Penampilan dia semakin membaik. Dia mencetak gol saat melawan Brasil dan dia sangat bagus di sesi latihan," tambah Eriksson.

Meski demikian Eriksson yakin misi kemenangan yang harus diemban Pantai Gading jauh dari mudah. Sehingga dia berharap apapun hasil akhir pertandingan The Elephant tetap keluar lapangan dengan kepala tegak.

"Kami akan mencoba yang terbaik. Misi kami sangat mustahil tapi kami harus mencoba. Setidaknya, kami ingin meninggalkan Piala Dunia ini dengan kepala tegak," pungkas Eriksson.

Pulihkan kehormatan

Penampilan Korea Utara di Piala Dunia sebenarnya tidak buruk

Sementara Korea Utara memandang pertandingan ini sebagai jalan memulihkan kehormatan mereka setelah dicukur tujuh gol tanpa balas oleh Portugal.

Peluang lolos ke babak kedua, sudah tertutup. Namun, jika Jong Tae Se dkk bisa mengalahkan Pantai Gading maka kemenangan itu bisa menjadi kado perpisahan yang terindah bagi Korea Utara.

Penampilan Korea Utara sebenarnya tidaklah buruk. Buktinya Brasil harus susah payah mengalahkan mereka dengan 2-1 di pertandingan pertama.

Saat menghadapi Portugal pun penampilan Chollima di babak pertama tidaklah mengecewakan. Terlepas dari gol Raul Meirelles, di paruh pertama Korea Utara membuat banyak peluang yang cukup merepotkan barisan belakang Laskar Semenanjung Iberia.

Sehingga, sang pelatih Kim Jong-Hun nampaknya tidak akan mengubah susunan pemainnya meski mereka menelan kekalahan telak dari Portugal.

"Kekalahan dari Portugal memang sangat menyakitkan. Namun, itu tak berarti saya harus banyak melakukan perubahan susunan pemain," kata Jong-Hun.

"Tak ada perubahan besar. Kami akan bertanding seperti yang sudah kami lakukan sejak awal. Kami akan melakukan perubahan jika diperlukan," tambah dia.

Namun, Jong-Hun tak menyangkal kekalahan telak dari Portugal sangat mempengaruhi psikologi para pemainnya.

"Jika hasil pertandingan bagus, maka kepercayaan diri meningkat. Jika hasinya buruk, untuk sementara waktu tentu akan berpengaruh buruk bagi pemain," tambah Jong-Hun.

"Kami memang kebobolan banyak gol namun kami akan berupaya keras di pertandingan terakhir. Pertandingan ini akan menjadi cara kami menebus kesalahan dan mengembalikan kehormatan kami," tandas Jong-Hun.

Prakiraan pemain

Pantai Gading (4-3-3) : 1-Barry, 17-Tiene, 20-Demel, 5-Zokora, 4-Kolo Toure, 19-Yaya Toure, 9-Tiote, 21-Eboue, 8-Kalou, 11-Drogba, 15-Dindane

Pelatih: Sven Goran Eriksson

Korea Utara (5-1-3-1) : 1-Myong-Guk, 5-Kwang-Chon, 13-Chol-Jin, 8-Yun-Nam, 16-Song-Chol, 11-In-Guk 3-Jun-Il, 11-In-Guk, 17-Yong-Hak, 4-Nam-Chol, 10-Yong-Jo, 9-Tae-Se

Pelatih : Kim Jong-Hun

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.