Terbaru  25 Juni 2010 - 16:50 GMT

Brasil dan Portugal lolos ke babak kedua

PERTANDINGAN

PERTANDINGAN

Ronaldo dan Lucio

Brasil dan Portugal yang bermain seri 0-0 maju ke babak kedua Piala Dunia, sementara Pantai Gading tersisih walau menang 3-0 atas Korea Utara.

Pertandingan Brasil-Portugal lebih banyak diwarnai dengan pemberian kartu kuning dibandingkan peluang yang diciptakan oleh kedua tim. Di babak pertama, wasit memberikan tujuh kartu kuning.

Hasil seri ini membuat Brasil menjadi juara grup, sementara Portugal berada di tempat kedua.

Pertandingan yang semula merupakan salah satu pertandingan paling ditunggu di babak pertama Piala Dunia ini berakhir mengecewakan dengan kedua tim sama-sama tidak mau mengambil resiko, dan lebih diwarnai dengan berbagai pelanggaran.

Brasil tidak menurunkan Kaka yang terkena kartu merah dalam pertandingan sebelumnya, dan juga mengistirahatkan penyerang depan Robinho, karena Brasil memang sebelumnya sudah memastikan diri lolos ke 16 besar.

Pantai Gading menang mengyakinkan

Sementara itu, Pantai Gading menang mengyakinkan atas Korea Utara namun masih tidak cukup bagi tim Afrika tersebut untuk lolos ke babak kedua.

Pantai Gading memang harus menang dengan perbedaan 9 gol untuk bisa lolos dari grup G dan manajer Sven Goran Eriksson memasang tiga penyerang di muka yaitu Didier Drogba, Gervais Kouassi, dan Abdelkader Keita.

Pelatih Korea Utara Kim Jong-hun tetap menurunkan 11 pemain yang sama, yang kalah 0-7 dari Portugal dalam pertandingan sebelumnya.

Gol dari Yaya Toure dan Ndri Romaric membuat Pantai Gading unggul 2-0 di babak pertama, namun sebenarnya mereka bisa mencetak lima atau enam gol karena Korea Utara kewalahan menghalau serangan Pantai Gading.

Kiper Ri Myong-guk sudah ahrus bekerja keras sejak peluit dibunyikan, menghalau bola dari tendangan Keita, namun gelombang serangan Pantai Gading terus berlanjut.


Bintang Chelsea Didier Drogba sebenarnya mencetak gol pertama di menit 11, namun golnya dianulir karena offside.

Gol sah Pantai Gading terjadi tiga menit kemudian ketika Yaya Toure yang mendapatkan umpan di luar kotak penalti membalikkan badan dan melepaskan tembakan melengkung ke sudut atas gawang Korea Utara.

Romaric mencetak gol kedua, memanfaatkan tendangan Didier Drogba yang mengenai mistar gawang di menit 20.

Gol ketiga Pantai Gading etrjadi di menit 82 oleh pemain Chelsea Salomon Kalou yang masuk ke lapangan sebagai pemain cadangan.

Tetapi kemenangan 3-0 tidak cukup mengantarkan Pantai Gading ke babak kedua, dan mereka harus mengikuti jejak tim Afrika lain, termasuk tuan rumah Afrika Selatan, dan Nigeria.

PREVIEW

Pelatih Brasil Dunga banyak dikritik terlalu mementingkan hasil akhir, sehingga jogo bonito alias sepakbola indah ala Brasil kerap menjadi korban.

Kaka

Di tangan Dunga, Brasil berubah menjadi tim pragmatis yang tak lagi mengharamkan permainan defensif dan mengandalkan serangan balik untuk mencetak gol.

Dunga, yang menjadi kapten Brasil saat menjadi Juara Dunia 1994, kerap memainkan pola 4-2-3-1 atau 4-3-2-1 dengan memasang dua gelandang bertahan di lini tengah.

Dengan pola ini, maka permainan Brasil kerap tak seindah dulu, namun ramuan Dunga ini terbukti efektif untuk memburu kemenangan.

Nah, setelah memastikan satu tempat di babak 16 besar, banyak yang berharap Brasil tampil lepas dan bermain indah saat menghadapi Portugal di pertandingan akhir babak penyisihan Grup G.

Untuk memburu kemenangan dan tetap bermain indah, Dunga seharusnya mau memainkan pola menyerang 4-3-3 atau 4-4-2. Sehingga, intensitas serangan bisa terjaga sekaligus menghasilkan permainan indah.

Sementara itu Portugal membawa satu misi yaitu kemenangan. Dengan kemenangan Portugal tak hanya memuncaki klasemen namun juga bisa berharap terhindar dari Spanyol di babak 16 besar.

Setelah menghancurkan Korea Utara 7-0, pelatih Portugal Carlos Queiroz bisa kembali optimistis Selecao bisa tampil maksimal.

Apalagi sang maskot Cristiano Ronaldo sudah sembuh dari puasa gol 16 bulannya setelah mencetak satu gol ke gawang Korea Utara.

Pengganti Kaka

Meski sudah mengamankan tiket 16 besar, nampaknya Dunga tak ingin melihat anak-anak asuhannya bermain kendur. Apalagi Portugal pasti akan bermain habis-habisan untuk mengejar kemenangan.

Salah satu masalah yang dihadapi Dunga adalah absennya Kaka di lini tengah Brasil. Bintang Real Madrid itu mendapat kartu merah ketika menghadapi Pantai Gading. Masalah lain di lini tengah adalah cederanya Elano yang sudah mencetak dua gol.

Nampaknya Dunga akan memainkan Julio Baptista, Michel Bastos atau Thiago Silva untuk menggantikan posisi Kaka sementara Dani Alves menggantikan Elano. Namun, Baptista nampaknya akan menjadi pilihan pertama.

"Baptista pemain yang kuat, hebat di lini tengah dan punya kemampuan maju ke depan. Dia juga mampu menendang dari jarak jauh dan sudah lama bersama timnas Brasil," kata Dunga mengomentari Baptista.

Sementara di lini depan, Dunga masih akan mempercayakan tugas menggedor gawang Portugal kepada Luis Fabiano dengan bantuan Robinho di belakangnya.

Namun, jika Dunga memilih mengistirahatkan Fabiano maka dia masih memiliki sederat penyerang yang tak kalah kualitasnya misalnya Nilmar.

Mengomentari Portugal, Dunga mengatakan dia sangat mewaspadai Portugal karena Cristiano Ronaldo dkk dianggapnya tampil stabil sepanjang kualifikasi dan penyisihan Grup G.

"Kedua tim sangat berkualitas dan pertandingan nanti akan menjadi sebuah pertandingan yang luar biasa. Gaya permainan kedua tim hampir serupa. Jadi tak ada kata lain selain kemenangan. Kami bermain untuk menang," tandas Dunga.

Ronaldo tetap diandalkan

Sementara bagi Portugal, pertandingan melawan Brasil suka atau tidak harus dimenangkan. Posisi pemuncak grup sangat diperlukan jika Portugal ingin menghindari Spanyol, yang masih berpeluang menjadi pemimpin klasemen Grup H, di babak 16 besar.

Sehingga, Portugal harus bermain lebih ofensif untuk membongkar pertahanan Brasil yang digalang bek Inter Milan, Lucio.

Pelatih Carlos Queiroz tentunya masih mengandalkan Cristiano Ronaldo untuk menggalang serangan Portugal. CR 9 juga diandalkan dengan kemampuannya mencetak gol dari jarak jauh dan tendangan bebasnya yang mematikan.

Apalagi, Ronaldo sudah mengakhiri puasa golnya selama 16 bulan setelah mencetak satu gol ke gawang Korea Utara. Namun lebih dari itu, kemenangan telak 7-0 atas Korea Utara membuktikan Portugal memiliki banyak pemain yang berpotensi menjadi pencetak gol.

Meski kembali tampil tanpa Deco yang cedera, namun Carlos Queiroz yakin Tim Semenanjung Iberia punya kesempatan mempermalukan Brasil.

"Kami bertanding melawan tim peringkat tertinggi dunia. Brasil memiliki organisasi permainan yang hebat. Mereka adalah tim yang solid, diperkuat pemain-pemain kelas dunia. Tapi saya yakin pertandingan ini akan menjadi sulit bagi kedua tim," kata Queiroz.

"Brasil sudah pasti lolos dan kami masih harus berjuang. Kami akan berupaya merusak irama permainan Brasil dan kami tak akan mengejar hasil seri. Kami turun ke lapangan untuk menang," tambah Queiroz yang sempat menangani Real Madrid ini.

Meski Queiroz yakin mampu mengatasi Brasil, fakta sejarah mencatat Portugal kerap tak berdaya saat menghadapi tim Samba. Dari 18 kali pertemuan, Brasil memenangkan 12 pertandingan dan dua pertandingan berakhir imbang.

Pertemuan terakhir keduanya terjadi pada pertandingan persahabatan November 2008 ketika tim Samba menggulung Portugal 6-2.

Prakiraan pemain:

Brasil (4-3-2-1) : 1-Julio Cesar, 16-Melo, 3-Lucio, 15-Luisao, 2-Maicon, 6-Bastos, 20-Kleberson, 18-Ramires, 19-Baptista, 11-Robinho, 9-Luis Fabiano

Pelatih: Carlos Dunga

Portugal (4-5-1): 1-Eduardo, 13-Miguel, 23-Coentrao, 6-Carvalho, 2-Alves, 11-Simao, 19-Tiago, 7-Ronaldo, 8-Mendes, 16-Meireles, 18-Almeida

Pelatih: Carlos Queiroz

STATISTIK

Untuk melihat skor langsung dan klasemen fungsikan javascript

Untuk melihat skor langsung dan klasemen fungsikan javascript

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.