Terbaru  24 Juni 2010 - 16:40 GMT

Italia tersisih, kalah 2-3 dari Slowakia

PERTANDINGAN

Robert Vittek

Slowakia maju ke 16 besar setelah menang dalam pertandingan dramatis yang menempatkan Italia di posisi terbawah Grup F.

Dalam pertandingan di Stadion Ellis Park Johaneburg, Slowakia unggul segalanya dari Italia yang baru menunjukkan permainan bagus setelah tertinggal 1-2.

Gol pertama Slowakia pada menit ke 25 bermula dari kesalahan gelandang Italia Daniele de Rossi yang umpannya dipotong oleh Juraj Kucka dan dioper kepada Robert Vittek.

Tendangan Vittek tidak dapat diselamatkan oleh kiper Federico Marchetti dan kedudukan 1-0 bertahan sampai turun minum.

Drama pertandingan semakin seru pada babak kedua terutama berkat permainan Slowakia yang memaksa Italia bertahan.

Vittek mengubah skor menjadi 2-0 pada menit ke 73 bermula dari tendangan pojok dari sisi kiri gawang Italia yang terlambat diantisipasi oleh Giorgio Chiellini di tiang dekat.

Quagliarella offside

Harapan Italia sedikit tumbuh ketika Antonio di Natale mencetak gol pada menit ke 80 untuk mengubah skor menjadi 1-2.

Fabio Quagliarella kemudian menyarangkan bola ke gawang Slowakia pada menit ke 84, tetapi hakim garis langsung mengangkat bendera offside yang dalam tayang ulang terbukti benar meski dengan selisih yang tipis sekali.

Slovakia menambah gol pada menit ke 88 lewat pemain pengganti Kamil Kopunek yang lebih cepat bereaksi menyambut umpan terobosan daripada Fabio Cannavaro dan Chiellini.

Drama pertandingan belum berakhir karena pada menit ke 92 Quagliarella melepas sontekan yang dengan sempurna masuk ke ujung kanan atas gawang Jan Mucha.

Setelah pertandingan Paraguay-Selandia Baru berakhir seri 0-0, Italia berpeluang untuk maju seandainya mereka bisa menahan seri Slovakia.

Akan tetapi tendangan bebas Italia pada menit ke 96 tidak berhasil dimanfaatkan Simone Pepe sehingga melenceng dari gawang Mucha.

Untuk pertama kalinya sejak tahun 1974 Italia tidak berhasil lolos dari babak grup Piala Dunia.

Hasil pertandingan di Polokwane menjadikan Paraguay sebagai juara grup dengan Slowakia di tempat kedua.

PREVIEW

Italia Slowakia

Sebagai juara bertahan, penampilan Italia dalam dua pertandingan pertama melawan Paraguay dan Selandia Baru dinilai banyak pihak tidak menunjukkan kelayakan mereka sebagai juara bertahan.

Selain hanya mendulang dua hasil imbang, di kedua pertandingan itu Italia selalu ketinggalan terlebih dahulu sebelum menyamakan kedudukan.

Alhasil, Italia kini hanya duduk di peringkat dua klasemen sementara Grup F dengan nilai dan selisih gol sama dengan Selandia Baru.

Sehingga, pertandingan terakhir menghadapi Slowakia, Kamis (24/6), layaknya sebuah pertandingan final bagi Daniele de Rossi dkk.

Jika gagal menang, maka nasib Italia akan ditentukan partai lain, yaitu Paraguay menghadapi Selandia Baru. Bahkan, nasib terburuk sudah mengintai yaitu pulang lebih awal ke kampung halaman.

Jika Italia tersingkir maka akan mengulangi nasib serupa yang pernah dialami Prancis yang gagal total di Piala Dunia 2002, meski masih menyandang status juara bertahan.

Kondisi ini ternyata mengkhawatirkan para pemain Gli Azzuri salah satunya adalah Daniele de Rossi.

"Terus terang kami khawatir. Jika kami tak mampu melewati babak pertama maka itu adalah sebuah kegagalan total," kata de Rossi.

Masalah lini depan

Terus terang kami khawatir. Jika kami tak mampu melewati babak pertama maka itu adalah sebuah kegagalan total

Daniele de Rossi

Salah satu masalah besar yang terlihat dalam dua penampilan Italia adalah mandulnya lini depan juara dunia empat kali itu.

Para bomber Italia, Alberto Gilardino, Vincenzo Iaquinta, Fabio Quagliarela dan Antonio di Natale sejauh ini kesulitan mencetak gol melalui pertandingan terbuka.

Satu gol de Rossi saat menghadapi Paraguay tercetak dari umpan tendangan penjuru. Sementara, gol Iaquinta ke gawang Selandia Baru dibuat dari titik putih.

"Jika kami tidak bisa menang maka kami tidak layak melaju. Kami adalah Italia dan kami harus memenangi satu dari tiga pertandingan ini," tegas de Rossi.

Untuk menang, maka Italia harus mencetak gol dan inilah yang menjadi masalah sejauh ini. Dan pelatih Marcello Lippi nampaknya akan melakukan perombakan di lini depan dan tengah.

Ada kemungkinan Lippi akan memainkan Andrea Pirlo yang sudah pulih dari cedera betisnya. Kehadiran Pirlo memang diperlukan selain kemampuannya mengatur irama permainan, Pirlo juga terkenal piawai melepas tendangan jarak jauh atau mencetak gol dari tendangan bebas.

"Saya ingin menjatuhkan pilihan pemain dengan hati-hati. Saya mempertimbangkan kondisi pemain dan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan," kata Lippi.

Lini depan juga nampaknya akan dirombak. Lippi nampaknya bakal mengistirahatkan Alberto Gilardino yang di dua pertandingan lalu sama sekali tidak efektif.

Barisan penyerang kemungkinan akan diserahkan pada Fabio Quagliarela, Giampaolo Pazzini atau Antonio di Natale.

Lippi juga bisa meyakini anak-anak asuhannya bisa tampil maksimal di pertandingan terakhir. Sejarah mencatat, dalam Piala Dunia 1982 di Spanyol, Italia juga bermain imbang bahkan dalam tiga pertandingan pertama.

Namun, setelah itu mereka tampil menggila dan menjadi juara dunia.

Tanpa beban

Slowakia

Sementara itu, meski Slovakia juga menginginkan angka maksimal namun mereka akan tampil tanpa beban saat menghadapi Italia. Setidaknya itulah pernyataan bek Slowakia, Martin Petras.

"Kami akan tampil tanpa beban. Italia gagal di dua pertandingan pertama dan saya kira tak mungkin mereka gagal ketiga kalinya. Tapi, bisa saja ada keajaiban," kata Petras yang bermain untuk klub Seri B Italia Cesena.

"Kami sudah membuang peluang ketika menghadapi Selandia Baru. Dan pertandingan esok tentunya akan sangat berat," kata pelatih Slowakia Vladimir Weiss.

Meski tanpa beban, Slowakia kemungkinan besar akan berusaha tampil menyerang untuk menciptakan peluang. Namun, tampil menyerang bisa menjadi bumerang apalagi para pemain Italia memang terbiasa bermain bertahan dan kemudian melancarkan serangan balik.

Di Grup F ini, pertandingan terakhir sangat menentukan dan masih terbuka beberapa kemungkinan. Jika Italia menang, Gli Azzuri lolos langsung ke babak kedua.

Namun, jika Italia bermain imbang maka Gli Azzuri masih berpeluang lolos jika Paraguay dan Selandia Baru bermain imbang dengan skor yang lebih kecil.

Kemungkinan lain adalah jika dua pertandingan Grup F berakhir imbang dengan angka yang sama maka penentuan negara yang lolos ke babak 16 besar akan dilakukan dengan undian.

STATISTIK

Untuk melihat skor langsung dan klasemen fungsikan javascript

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.