Aksi tentara cyber AS

10 April 2014 Terbaru 20:14 WIB

Akademi Militer West Point mengadakan pelatihan kadet cyber dari lima divisi keamanan yang ada di Amerika Serikat.
Tentara cyber
Calon perwira Kiefer Ragay dari Akademi Militer West Point menjelaskan proyeksi hasil data di depan rekan-rekan kadet lain di pusat penelitan Cyber. Ini adalah tahun ke-14, sejak pertama kali pelatihan ini diadakan.
Tentara cyber
Kadet Dylan Hyde mengawasi perkembangan di depan layar komputer. Selama pelatihan ini, para kadet cyber atau dunia maya diberi tantangan untuk mengalahkan serangan-serangan virus buatan yang bisa membahayakan keamanan negara.
Tentara cyber
Kolonel Gregory Conti , direktur dari pusat penelitan Cyber Akademi Militer menerangkan tentang proses pelatihan. Pelatihan ini melibatkan Angkatan Laut, Udara, Darat, Armada Niaga dan Penjaga Pantai Amerika Serikat.
Tentara cyber
Walaupun tanpa kontak fisik, peluru atau serangan dadakan, situasi di ruangan tempat pelatihan cukup genting. "Kita tidak berperang di hutan. Kami duduk di kursi, tapi ini cukup menegangkan," kata John Zeidler, salah satu kadet.
Tentara cyber
Akademi Militer West Point berusia 212 tahun dan sejak lama telah memberikan pelatihan intensif di bidang cyber. Tentara cyber bentukan akademi ini menjadi sumber daya negara untuk menangkal serangan cyber luar negeri.
Tentara cyber
Walaupun terkesan jauh dari citra tentara pada umumnya, tentara cyber punya andil penting menjaga keamanan negara.
Tentara cyber
Jason DeCoursey, salah satu kadet mengatakan, ini juga menjadi ajang pembuktian antar divisi keamanan, tim cyber mana yang jadi terbaik. Tahun lalu Angkatan Udara keluar menjadi tim terbaik.