Dari kulit kerbau sampai siap buat mendalang

26 Januari 2014 Terbaru 16:50 WIB

Pembuatan wayang kulit dimulai dari proses membersihkan bulu kulit kerbau yang sudah dikeringkan, dipola, dilubangi, diwarnai dan siap untuk pergelaran.
kulit kerbau
Mayoritas penduduk desa Kepuhsari, Wonogiri, Jawa Tengah adalah pengrajin wayang kulit. Tradisi pembuatan wayang ini berjalan turun temurun. Proses pembuatan wayang kulit ini dimulai dengan membersihkan bulu kulit kerbau yang sudah dikeringkan.
Sutarno, pengrajin wayang
Pengrajin wayang, Sutarno, membuat pola di atas kulit yang telah dibersihkan untuk menentukan karakter apa yang akan dibuat.
Sutarno pengrajin wayang
Baru kemudian dilakukan proses tatah atau melubangi dan membentuk wayang. Sutarno mengatakan karena pembuatan wayang ini merupakan hobi dan tradisi, ia mengerjakannya hampir setiap hari.
Wayang
Wayang yang sudah dibentuk dan siap untuk diwarnai.
Dwi Sunaryo
Dwi Sunaryo, sesepuh pengrajin wayang di Kepuhsari, menyungging atau mewarnai wayang.
Dwi Sunaryo
Dwi mengatakan sampai ke putranya, generasi pengrajin wayang ini sudah 20 generasi turun temurun. Putra Dwi, Bambang Riyadi diundang UNESCO ke Cina untuk ikut pameran kerajinan November lalu dan meraih medali emas dari penyelenggara.
Pembuat gapit
Para pengrajin gapit atau penjepit wayang yang terbuat dari tanduk kerbau. Mereka mengatakan pembuatan satu gapit memakan waktu paling tidak satu hari karena kerasnya tanduk.
wayang kulit
Wayang yang sudah disungging atau diwarnai kemudian dipasang dengan gapit dan siap untuk digunakan sebagai hiasan atau untuk pergelaran wayang kulit.
Dalang cilik
Pandam Aji Anggoro Putra, dalang yang berusia 10 tahun, melakukan latihan pergelaran berjudul Lahirnya Gatot Kaca.