Industri garmen dan pasar bebas Asean

9 Oktober 2013 Terbaru 09:54 WIB

Industri garmen di Indonesia dinilai masih cukup kompetitif untuk bersaing dalam pasar bebas Asean pada 2015 mendatang walau masih banyak tantangan yang harus diatasi.
Pabrik garmen
Tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu industri unggulan Indonesia dalam menghadapi pasar bebas Asean pada 2015 mendatang. Namun banyak tantangan yang kini dihadapi pelaku industri nasional, dari masalah pengupahan hingga perlambatan ekonomi global. Foto-foto: Christine Franciska
Pabrik garmen
Menurut Asosiasi Pertekstilan Indonesia, ekspor TPT nasional pada 2012 mencapai US$12,5 miliar. Ini adalah pertama kalinya ekspor TPT mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Mengendurnya permintaan dari Eropa dan AS akibat krisis disinyalir menjadi penyebabnya.
Pabrik garmen
Salah satu pabrik garmen yang berorientasi ekspor adalah PT Trisula Garmindo Manufacturing (TGM), anak usaha PT Trisula International Tbk, yang berlokasi di Bandung. Pabrik ini mempekerjakan sekitar 1.600 orang pekerja.
Pabrik garmen
Seorang pekerja tampak sedang memotong bahan kain yang akan dijahit menjadi celana panjang pria. Hampir seluruh produksi TGM di ekspor ke AS, Eropa, dan Asia Pasifik.
Pabrik garmen
Tiap divisi memiliki pekerjaan yang spesifik, dari mulai memilih dan memeriksa kualitas kain, memotong pola, menomori pola, menjahit, mengancing, menyetrika, hingga membungkus.
Pabrik garmen
TGM kini mengerjakan pesanan untuk 18 merek pakaian pria, seperti Hugo Boss, Debenhams, H&M, Esprit, Zara, dan GAP. Semua produk dibuat sesuai pesanan, mulai dari model, warna, jenis kain, hingga cara menjahit ditentukan oleh klien. Selalu ada petugas quality control independen yang menilai kualitas produk.
Pabrik garmen
Direktur TGM, Kevin Oen, mengatakan tahun ini beban kenaikan upah, listrik, dan lainnya cukup mempengaruhi kenaikan biaya produksi sebesar 15% sampai 20%. Namun di sisi lain, harga jual tidak naik karena mereka harus bersaing harga yang ditawarkan negara berkembang lain, seperti Bangladesh, Vietnam, atau Thailand.
Pabrik garmen
Garmen merupakan industri padat karya yang biaya tenaga kerjanya berkontribusi sebesar 26% dari total biaya produksi secara keseluruhan. Di Kabupaten Bandung, upah minumum ditetapkan sekitar Rp1,4 hingga Rp1,5 juta, jumlah yang bagi sebagian besar pekerja tak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pabrik garmen
Implikasi dari kenaikan upah yang cukup tinggi, beberapa pabrik garmen mulai melakukan efisiensi dengan membeli mesin untuk pekerjaan tertentu. Sementara pekerja dituntut untuk meningkatkan produksi dengan jumlah yang ditarget tiap harinya.
Pabrik garmen
Lima tahun ke depan, Indonesia masih dinilai kompetitif untuk industri garmen dunia karena kualitas dan konsistensi layanan. PT Trisula International sebagai induk usaha TGM terbukti masih mencatat pertumbuhkan ekspor yang cukup solid yaitu sekitar 20% per tahun. Sementara pada semester satu 2013 ini, perusahaan mencatat laba bersih Rp12,1 miliar.
Pabrik garmen
Selain TGM, Trisula International memiliki dua pabrik garmen lain di Bandung yang khusus mengerjakan pesanan-pesanan seragam kerja berbagai perusahaan. Dalam kondisi normal pabrik TGM dapat memproduksi 210.000 pakaian per bulan.