Pemakaman siswa korban makanan beracun India

18 Juli 2013 Terbaru 20:14 WIB

Sebagian dari 22 anak sekolah yang meninggal dunia akibat keracunan makanan di Bihar, India, telah dimakamkan.
Korban keracunan makanan di India.
Setidaknya 22 anak SD meninggal dunia dan puluhan lainnya jatuh sakit akibat keracunan makanan di sekolah mereka di negara bagian timur India, Bihar.
Anak-anak korban keracunan dirawat di rumah sakit.
Mereka adalah bagian dari program bantuan makan siang dari pemerintah yang menyediakan makanan kepada lebih 120 juta anak sekolah di India.
28 korban dirawat di rumah sakit
Dua puluh delapan anak dibawa ke rumah sakit di kota Chhapra dan kemudian dipindahkan ke ibukota negara bagian, Patna. Seorang dokter di rumah sakit lokal mengatakan bahan kimia yang mengandung pestisida diduga merupakan penyebab kontaminasi.
Keluarga korban marah dan meminta pertanggungjawaban pemerintah.
Keluarga korban yang marah turut bergabung dengan para demonstran di jalan-jalan kota Chhapra dan Patna, mendesak untuk menindak pihak-pihak yang bertanggungjawab atas kejadian ini.
Demonstran membakar mobil polisi.
Para demonstran membakar empat mobil polisi, dan beberapa pertokoan dan pusat bisnis tutup. Massa di kota Chhapra membakar sebuah bus dan merusak properti pribadi.
Kekacauan terjadi akibat massa yang marah karena kejadian ini.
Para pejabat mengatakan bahwa penyelidikan pendahuluan menunjukkan bahwa makanan yang diberikan kepada anak-anak sekolah itu mengandung fosfor dan bahan kimia beracun.
Makanan disiapkan di dapur sekolah.
Anak-anak SD menjadi sakit setelah mengkonsumsi makanan yang terdiri dari nasi, kacang-kacangan, kedelai, dan kentang yang dimasak di dapur sekolah.
program bantuan makan siang untuk mengatasi kelaparan
Program bantuan makan siang untuk anak sekolah mulai diperkenalkan di kota Chennai (Madras) pada tahun 1925, sebagai upaya untuk mengatasi kelaparan dan buta huruf.
Anak sekolah di Amritsar mengenang korban keracunan makanan di India.
Anak-anak dari sekolah negeri di Amritsar menyalakan lilin untuk mengenang korban keracunan makanan di distrik Saran negara bagian Bihar. Ribuan anak sekolah menolak bantuan makanan di negara bagian timur India yang miskin setelah kejadian yang memakan 22 korban jiwa.