Nasib museum di Jakarta di tengah keterbatasan

4 Juni 2013 Terbaru 20:26 WIB

Sepi, kurang menarik, dan kerap dirusak. Beginilah anggapan orang tentang museum-museum di Jakarta.
museum nasional
Pejalan kaki memotret logo Museum Nasional di balik pagar. Walau cukup sepi, museum masih menjadi objek yang menarik bagi warga untuk berkunjung. Foto-foto oleh Christine Franciska.
museum nasional
Setidaknya ada 100 pengunjung datang ke Museum Nasional tiap hari. Jumlahnya tentu masih kalah jauh dibandingkan dengan Museum Belanda yang dikunjungi dua juta jiwa setiap tahunnya, atau Museum Louvre di Perancis, yang dikunjungi 10 juta jiwa per tahunnya.
museum nasional
Kegiatan renovasi masih dilakukan agar museum yang memiliki sekitar 141.000 koleksi ini nyaman dikunjungi. Obyek wisata yang disebut juga Museum Gajah ini menyimpan ragam koleksi dari jaman prasejarah, arkeologi, keramik, etnografi, dan geografi.
museum proklamasi
Patung Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo ketika menyusun naskah proklamasi ditambahkan sebagai daya tarik Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang dulu merupakan tempat tinggal Laksamana Muda Maeda. Petugas museum mengatakan pengunjung yang datang kebanyakan hanya kunjungan siswa sekolah dasar dan mahasiswa.
museum proklamasi
Buku tamu yang sudah menguning ini masih dipakai untuk mendata pengunjung di Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Pada Selasa (04/06), jumlah pengunjung hanya empat orang.
museum proklamasi
Beberapa koleksi yang ditampilkan, termasuk surat kabar Asia Raya, pakaian tokoh-tokoh penting, naskah proklamasi, dan patung.
museum prasasti
Museum Prasasti yang terletak di Tanah Abang menjadi salah satu tempat yang digemari oleh pecinta foto karena bekas makam Belanda ini memiliki patung-patung yang menarik.
museum prasasti
Sayangnya, aksi vandalisme merusak beberapa nisan dan patung bersejarah. Petugas museum mengatakan vandalisme dilakukan oleh siswa sekolah menengah di sekitar museum yang masuk mengendap-endap dari belakang museum.
museum prasasti
Ada sekitar 1.000 benda bersejarah di Museum Prasasti, kebanyakan adalah nisan dan patung yang kondisinya cukup memprihatinkan.
museum prasasti
Sebagian patung di museum terbuka ini sudah tidak utuh. Selain karena ulah manusia, patung juga rusak akibat jatuhnya dahan-dahan pohon di atasnya.
museum prasasti
Pagar museum yang rusak ditambal seadanya, memungkinkan orang masuk dari luar tanpa membeli tiket di loket depan.
museum prasasti
Ada sekitar 200 orang mengunjungi museum ini dalam sepekan, termasuk di antaranya adalah wisatawan asing yang mencari nisan kerabatnya di Museum Prasasti. Petugas museum mengatakan sekitar 75% pencarian membuahkan hasil.
museum prasasti
Nisan Elisabeth Franciska Krug dan Johanna Hoets menjadi salah satu obyek vandalisme terparah di Museum Prasasti.