BBC navigation

Kasus pekerja migran Asia di Hong Kong

Terbaru  25 Maret 2013 - 20:07 WIB

Kasus pekerja migran Asia di Hong Kong

  • Sringatin menangis di luar Pengadilan Banding Hong Kong
    Sring Atin, Ketua Himpunan Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong menangis di luar Pengadilan Banding Hong Kong (Senin, 25 Maret). Pengadilan Hong Kong memutuskan untuk menolak permohonan izin tinggal permanen bagi dua pekerja domestik asal Filipina yang berimbas ke pekerja migran asal Asia lainnya.
  • Sringatin memberikan penjelasan kepada wartawan mengenai keputusan Pengadilan Banding Hong Kong
    Sring Atin memberikan penjelasan kepada wartawan mengenai keputusan Pengadilan Banding Hong Kong. Menurut peraturan imigrasi Hong Kong, warga negara asing dapat mengajukan izin tinggal permanen setelah menetap di Hong Kong selama tujuh tahun berturut-turut sekaligus mendapat hak pilih dan izin tinggal tanpa visa kerja.
  • Eman Villanueva, juru bicara badan Asian Migrant
    Eman Villanueva, juru bicara badan Asian Migrant mengatakan bahwa keputusan itu merupakan "perlakukan tidak adil terhadap pembantu rumah tangga asing di Hong Kong." Kasus yang telah berjalan selama dua tahun itu berpusat pada Evangeline Banao Vallejos, pekerja domestik dari Filipina yang telah bekerja di Hong Kong selama 17 tahun.
  • Pendukung organisasi migran Filipina berdemonstrasi di luar Pengadilan Banding Hong Kong
    Pendukung organisasi migran Filipina berdemonstrasi di luar Pengadilan Banding Hong Kong. Masalah izin tinggal merupakan isu yang sensitif di Hong Kong.
  • Demonstran di luar Pengadilan Banding Hong Kong
    Para demonstran menyerukan persamaan hak bagi para pekerja domestik asing di Hong Kong untuk diperbolehkan mengajukan izin tinggal permanen. Keputusan pengadilan Hong Kong yang mengecualikan pekerja asing ini dianggap sebagai tindakan diskriminasi.
  • Kuasa hukum Evangeline Banao Vallejos, Mark Daly
    Kuasa hukum Evangeline Banao Vallejos, Mark Daly mengatakan bahwa keputusan itu bukan cermin dari nilai-nilai yang harus kita ajarkan kepada generasi muda dan masyarakat. Vallejos mengajukan banding bersama Daniel Domingo, pembantu rumah tangga asal Filipina lain yang telah bekerja di Hong Kong selama 28 tahun.
  • Pekerja domestik asing menikmati hari libur di taman publik Hong Kong
    Pekerja domestik asing menikmati hari libur di taman publik Hong Kong. Saat ini terdapat sekitar 300.000 pembantu rumah tangga di Hong Kong yang sebagian besar berasal dari Filipina dan Indonesia.

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.