bbc.co.uk navigation

Unjuk dukungan di tengah kekerasan di Suriah

Terbaru  7 Februari 2012 - 21:15 WIB
  • Pendukung Presiden Assad
    Ribuan pendukung Presiden Suriah, Bashar al-Assad, berjejer di pinggir jalan-jalan Damaskus yang dilalui konvoi Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov hari Selasa (7/2). Mereka menyambut kedatangan menteri luar negeri dari negara yang selama ini diketahui sebagai mitra Presiden Bashar al-Assad.
  • Pendukung Presiden Assad di Damaskus
    Pendukung Presiden Assad bahkan membuat spanduk dari balon berbentuk bendera Rusia. Kedatangan Sergei Lavrov di Damaskus terjadi ketika Prancis dan Italia memanggil duta besar mereka, mengikuti langkah Inggris sehari sebelumnya. Amerika Serikat telah menutup kantor kedutaannya di Damaskus.
  • Pendukung presiden Suriah
    Ribuan pendukung pemerintah Suriah bersorak sorai ketika rombongan Menteri Rusia Sergei Lavrov melintas. Salah satu spanduk yang mereka usung menyebutkan dukungan kepada negara-negara yang memveto resolusi Dewan Keamanan PBB untuk menuntut Suriah menghentikan pembunuhan terhadap rakyatnya sendiri.
  • Warga Suriah di Damaskus
    Negara-negara Barat marah atas veto yang dilakukan Rusia dan Cina di Dewan Keamanan PBB hari Sabtu. Namun bagi pendukung presiden, langkah Rusia dan Cina merupakan tindakan yang tepat.
  • Lavrov dan Assad
    Sergei Lavrov berkunjung ke Suriah untuk mengadakan perundingan dengan Presiden Assad mengenai penumpasan terhadap pengunjuk rasa antipemerintah. Pengeboman di kota Homs, pusat gerakan antipemerintah, hari ini memasuki hari keempat.
  • Lavrov dan Assad
    Menurut kantor berita Rusia, Presiden Bashar al-Assad mengatakan kepada Sergei Lavrov bahwa dia siap menggelar dialog dengan semua kelompok politik di Suriah. Selain itu, Presiden Assad juga menginginkan misi Liga Arab di negaranya diperluas.
  • Warga Irak
    Di tengah aksi kekerasan, khususnya di kota Homs, warga Irak yang tinggal di Suriah memutuskan pulang kampung. Banyak warga Irak yang sebelumnya mengungsi ke Suriah setelah invasi Amerika Serikat di Irak pada 2003, kini harus melarikan diri lagi dari kekerasan.

BBC © 2012 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.