bbc.co.uk navigation

Bangladesh bentuk pasukan satwa liar

Terbaru  13 Juni 2011 - 15:57 WIB
Harimau Benggala

Harimau Benggala di hutan Sundarbans diperkirakan hanya tinggal 400 ekor

Bangladesh membentuk pasukan khusus satwa liar untuk menyelamatkan Harimau Benggala dan binatang yang dilindungi lain.

Pasukan yang terdiri dari 300 anggota itu akan dikerahkan di seputar hutan Sundarbans, salah satu habitat harimau yang tersisa.

Keputusan itu diambil setelah pihak yang berwenang menyita tiga kulit harimau dan tulang binatang itu, penyitaan terbesar dalam beberapa puluh tahun terakhir.

Hutan Sundarbans terbentang antara Bangladesh dan India. Sekitar 400 ekor harimau berdiam di kawasan itu.

Sampai saat ini, perburuan dianggap sebagai penyebab utama berkurangnya populasi harimau di Bangladesh.

Namun penangkapan seorang pemburu dengan satu kulit dan tulang belulang harimau itu mengangkat keprihatinan adanya kelompok kejahatan terorganisir yang beroperasi di hutan bakau itu.

Perdagangan satwa liar

"Petugas departemen kehutanan di Bangladsh memerlukan pelatihan lebih lanjut karena para pemburu menggunakan alat yang sangat canggih"

Hasan Mahmud

Para pejabat mengakui bahwa mereka tidak memiliki sumber daya dan pelatihan untuk meredam perburuan, yang menggunakan teknik canggih untuk memerangkap harimau.

Menteri Lingkungan dan Kehutanan Hasan Mahmud mengatakan membentuk pasukan satwa liar ini seharusnya sudah lama dilakukan.

"Petugas departemen kehutanan di Bangladesh memerlukan pelatihan lebih lanjut karena para pemburu menggunakan alat yang sangat canggih," katanya.

"Kecanggihan mereka terus meningkat namun tidak demikian halnya dengan kemampuan departemen kehutanan dalam beberapa tahun terakhir. Jadi, kami harus melatih dan memperlengkapi mereka lagi."

Sebagian besar dana yang digunakan untuk membentuk Unit Pengawas Kejahatan Satwa Liar ini berasal dari pinjaman Bank Dunia sebesar US$36 juta.

Pasukan baru ini juga akan bertugas menangani meningkatnya perdagangan gelap satwa liar.

Baru-baru ini, para petugas menyita sejumlah satwa liar dari penduduk yang memeliharanya secara ilegal.

Bulan ini, para petugas bea cukai di bandara Bangkok, Thailand menemukan ratusan kura-kura air tawar dan buaya yang disimpan di koper-koper dalam penerbangan dari Bangladesh.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2012 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.