Gulat ala Sinegal semakin populer
Gulat sekarang adalah olahraga populer di Sinegal, Afrika barat. Gulat berkembang dari daerah pedalaman Sinegal dan kini menjadi fenomena luar biasa.
Dua pegulat yang sedang bertarung adalah Mohamed Ndao alias Tyson yang namanya diambil dari nama juara tinju dunia Mike Tyson, dan Yakhya Diop atau Yekini.
Pape Konate dengan berat 100 kg diperkirakan akan menjadi bintang gulat Sinegal. Dia mengaku Tyson adalah sosok yang memberikan inspirasi.
"Para sponsor mulai membuntuti Tyson," kata Konate. "Ketika Tyson ditawari hadiah tanding US31.500, tak seorang pun percaya hal itu dimungkinkan," tambahnya.
Adu gulat di Sinegal bisa menarik 60.000 penonton sehingga masuk akal bagi para sponsor dan pemasang iklan untuk mempromosikan olahraga ini.
Komentator gulat ternama Sinegal Malick Thiandoum menjelaskan bahwa gulat ala Sinegal adalah unik karena terdapat unsur judo, tinju dan bahhan gulat Greco-Roma.
"Namun pegulat yang unggul adalah mereka dari kalangan tinju," jelas Thiandoum. Menurutnya, sulit membuat gulat Sinegal populer di mata dunia karena menggunakan kepalan tangan telanjang.
Pegulat mengenakan kantong kecil dari kulit berisi jimat dan tulisan ayat-ayat Al-Qur'an pada bagian lengan, paha, dada dan bahkan kening.
Para pegulat juga membasahi diri dengan campuran obat jimat yang diyakini memberi kekuatan magis. Di samping jimat, Pape Konate tahu bahwa kerja keras dan konsentrasi adalah kunci sukses.
"Saya ingin menjadi juara," kata Konate. "Saya merintis sedikit demi sedikit. Tyson akan pensiun jadi kini giliran kita generasi penerusnya," tambahnya.


