BBC Indonesia

Utama > Olahraga

Anton Ferdinand: rasisme 'menyakitkan'

Facebook Twitter
9 Juli 2012 21:01 WIB
John Terry

Pemain Queens Park Rangers Anton Ferdinand mengatakan ia akan "sangat sakit hati" bila menyadari John Terry mengeluarkan pernyataan rasis terhadapnya.

Kapten Chelsea Terry, 31, didakwa mengeluarkan cacian rasis, namun ia menyanggahnya.

Ferdinand mengatakan hal itu dalam sidang rasisme terhadap John Terry.

Kasus ini terjadi saat Terry dan pemain belakang QPR itu turun dalam laga liga Inggris di kandang QPR Oktober lalu.

Sidang yang dijadwalkan berlangsung lima hari ini diselenggarakan di pengadilan Westminster, London.

Bila dinyatakan bersalah, Terry menghadapi hukuman maksimum denda £2.500 (Rp35juta).

Pemain belakang Chelsea ini dituduh menghina Anton, adik pemain Manchester United, Rio Ferdinand, dengan menyebutnya 'kulit hitam' dengan kata-kata kasar.

Ferdinand mengatakan dalam sidang bahwa pada mulanya ia tidak menduga bahwa kata-kata rasisme akan digunakan Terry.

Namun setelah pertandingan, pacarnya menunjukkan klip video di YouTube dan ia berubah pikiran.

Menyinggung warna kulit

Bek QPR ini mengatakan kepada pengadilan bila ia menyadari saat itu apa yang dikatakan Terry, ia akan memberitahu wasit.

"Saya jelas akan sangat sakit hati dan mungkin tidak akan bereaksi langsung saat itu karena sebagai pemain profesional, hal itu tidak dimungkinkan," kata Ferdinand.

"Saya mungkin akan memberitahu wasit atas apa yang tejadi dan mengatasinya setelah pertandingan."

"Bila ada orang yang menyinggung warna kulit, hal itu sangat menyakitkan," tambah Ferdinand.

Sementara itu Terry mengatakan ia hanya mengeluarkan kata-kata kasar dalam pertandingan yang disaksikan jutaan orang melalui televisi itu.

Dalam dakwaannya, jaksa Duncan Penny mengatakan, "Kasus ini menyangkut kata-kata penghinaan."

Ia menambahkan kata-kata yang digunakan "menunjukkan permusuhan berdasarkan ras Tuan Ferdinand."

Sebar

Email del.icio.us Facebook MySpace Twitter