BBC Indonesia

Utama > Dunia

Syarat dukungan Barack Obama untuk Burma

Facebook Twitter
18 November 2012 21:30 WIB
Barack Obama

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengatakan para pemimpin Burma harus meneruskan reformasi demokrasi, supaya tetap mendapatkan dukungan Washington.

"Ada peluang bagi kita untuk mendorong perkembangan (positif) di negara tersebut," kata Obama di Bangkok, Thailand, hari Minggu (18/11) menjelang kunjungannya ke Burma.

"Saya kira penting untuk mengakui perkembangan ini," kata Presiden Obama.

"Saya melihat komitmen yang jelas dari pemerintah Burma untuk terus menerapkan reformasi," kata Obama yang baru saja terpilih menjadi presiden AS.

Obama menjadi presiden AS pertama yang melawat ke negara ini.

Ia akan bertemu Presiden Thein Sein dan pemimpin oposisi dan anggota parlemen, Aung San Suu Kyi.

Sebagian kalangan mengatakan Presiden Obama terlalu dini mengadakan kunjungan ke Burma karena pemerintah sipil yang didukung militer masih memenjarakan para pegiat politik.

Di Burma juga pecah kerusuhan etnis sejak pertengahan tahun ini, yang menyebabkan tidak kurang dari 100.000 orang mengungsi.

Para pejabat Gedung Putih mengatakan Presiden Obama akan mendesak pemimpin Burma mengakhiri kerusuhan etnis dan mengambil lebih banyak upaya untuk menghormati hak asasi manusia.

Sebar

Email del.icio.us Facebook MySpace Twitter