BBC Indonesia

Utama > Dunia

Serangan Israel berlanjut, Minggu paling 'mematikan'

Facebook Twitter
19 November 2012 08:39 WIB
Gaza

Pemboman dan serangan Israel terhadap Palestina terus berlanjut, hingga Senin (19/11) pagi ini sementara jumlah korban di Gaza dilaporkan mencapai puncaknya sejauh ini akibat serangan pada Minggu (18/11) sejak serangan mematikan diluncurkan pekan lalu.

Serangan hari Minggu antara lain menyasar sebuah rumah dan langsung menewaskan 10 penghuninya, kata pejabat resmi Palestina. Sementara meski berkeras mengatakan serangan itu ditujukan pada tokoh Hamas, sedikitnya sembilan anggota sebuah keluarga tewas termasuk korban perempuan dan anak.

Serangan sepanjang Minggu itu menewaskan setidaknya 26 jiwa di Gaza, sedikitnya 14 diantara korban adalah perempuan dan anak, kata pejabat Kementrian Kesehatan Gaza.

Dari pihak Gaza, serangan roket juga berlanjut ditembakkan ke arah Israel yang dilaporkan melukai warga di kota Ashkelon dan Ofakim.

Kedua pihak menyatakan upaya menuju gencatan senjata terus dibangun namun pernyataan PM Benjamin Netanyahu menyebut Israel malah sudah siap memperluas serangannya.

Dengan demikian jumlah korban jiwa di Gaza seluruhnya kini telah mencapai 72 orang, sejak operasi serangan mematikan Israel dimulai Rabu (14/11) lalu, sementara tiga warga Israel tewas akibat tembakan roket Hamas pada Kamis (15/11).

Keluarga Dalou

Serangan Israel diluncurkan dari udara dan juga dari laut, dimana wartawan BBC melaporkan tentara negara zionis tersebut melepas tembakannya dari kapal perang mereka.

Keluarga seorang polisi, Mohamed Dalou, hampir seluruhnya tewas. Dalou dan delapan anggota keluarganya, juga seorang pria lain, terkena tembakan di rumah mereka dan tewas seketika.

Sayap militer Hamas dalam sebuah pernyataan menyebut: "Pembunuhan terhadap keluarga Dalou tak akan berlalu begitu saja tanpa balas."

Wartawan BBC paul danahar melihat warga dengan panik dan alat seadanya berusaha menggali reruntuhan puing mencari sanak-keluarga mereka yang terkena serangan bom Israel.

Petugas medis di RS Shifa yang banyak menerima korban luka nampak kewalahan dan kacau balau melihat banyaknya pasien dan kondisi mereka yang parah. Seorang perawat jatuh lemas tak sanggup mengatasi tekanan emosi dan harus ditenangkan oleh rekan sejawatnya di satu sudut ruangan.

Juru bicara militer Israel, Yoav Mordechai, mengatakan pada siaran TV Channel 2 Israel mengatakan bahwa target mereka adalah Yehiya Rabiah, kepala unit pelontar roket Hamas, namun tembakan ternyata mengenai "korban sipil".

Sementara menurut koran Haaretz di Israel serbuan tentara negara itu ternyata salah sasaran ke rumah seorang tetangga target.

Berbagai aksi protes di seluruh dunia menuntut penghentian serangan Israel ini sepanjang akhir pekan, termasuk dari Indonesia. Sementara Presiden AS Barack Obama pada hari Minggu mengatakan Washington "mendukung penuh hak Israel untuk membela diri".

Sebar

Email del.icio.us Facebook MySpace Twitter