BBC Indonesia

Utama > Dunia

Puluhan peziarah Iran diculik di Suriah

Facebook Twitter
5 Agustus 2012 11:02 WIB
Suriah

Sekitar 48 peziarah Iran diculik dari sebuah bus di sekitar tempat suci didekat ibukota Suriah, Damaskus.

Laporan menyebutkan diplomat Iran menuduh penculikan dilakukan oleh "kelompok bersenjata" yang dekat dengan tempat suci Syiah Sayyida Zainab.

Televisi milik pemerintah Suriah kemudian menyampaikan laporan yang sama terkait dengan peristiwa tersebut.

Sementara itu, pertempuran masih terjadi di sekitar Damaskus, dan di bagian utara kota Aleppo, dimana pemberontak mencoba untuk mengamankan posisi mereka.

Konsul Iran di Damaskus mengatakan lokasi penculikan para peziarah sudah diketahui.

Kantor berita pemerintah Suriah, Sana mengatakan para peziarah Iran diculik oleh "kelompok teroris bersenjata", dan untuk itu otoritas Suriah "bekerja untuk mengatasi situasi ini".

Ribuan orang Iran melakukan ziarah ke tempat suci di Suriah setiap tahunnya di wilayah mayoritas Syiah, Sayyida Zainab, yang selama beberapa pekan ini terjadi peningkatan pertempuran.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah laporan menyebutkan kelompok peziarah diculik di Suriah dalam beberapa bulan terakhir, dan sebagian besar telah dibebaskan.

Pada Mei lalu, 11 peziarah Syiah dari Lebanon diculik di Suriah dalam perjalanan kembali ke Iran.

Pemerintah mengumumkan bahwa mereka telah dibebaskan setelah tiga hari diculik, tetapi sejak saat itu muncul perbedaan laporan di media Lebanon tentang keberadaan para peziarah itu.

Sejumlah kekerasan terjadi di Lebanon, akibat krisis di Suriah yang telah meningkatkan tensi hubungan sektarian.

Pertempuran berlanjut

Sementara itu, pertempuran masih terjadi di sua kota besar di Suriah, pada Sabtu.

Di Alepo, pemberontak masih terus melakukan perlawanan terhadap pasukan pemerintah, dan pertempuran dilaporkan terjadi di sejumlah distrik.

Cuplikan gambar video yang dipublikasikan aktivis Suriah, menunjukan sebuah pesawat militer terbang di atas lokasi yang disebutkan dikuasai oleh pemberontak di Salah al-Din, kemudian terdengar suara ledakan.

Aktivis melaporkan pertempuran terjadi di sejumlah wilayah termasuk disekitar kantor pusat keamanan.

Laporan wartawan BBC , Jim Muir di Beirut menyebutkan pasukan pemerintah tampaknya mencoba menekan para pemberontak di Aleppo.

Pusat pertempuran juga terjadi di bagian selatan Damaskus. Suara ledakan dan tembakan terdengar dari sejumlah wilayah di ibukota, dan aktivis melaporkan pertempuran juga terjadi di bagian barat kota tersebut, dan di sekitar Dumar.

Sebelumnya, Rusia dan Cina mengecam resolusi majelis umum PBB yang diloloskan pada Jumat yang mengkritik dewan keamanan gagal untuk menghentikan kekerasan di Suriah.

Utusan Moskow di PBB, Vitaly Churkin, mengatakan kepada wartawan bahwa resolusi itu sepihak dan mendukung pasukan oposisi bersenjata.

Sementara negara-negara barat lain memuji resolusi tersebut, yang mendapatkan dukungan 133 suara, 12 menolak dan 31 abstain.

Majelis membahas resolusi, yang diusulkan oleh Arab Saudi, tak lama setelah utusan PBB Liga Arab, Kofi Annan mengundurkan diri dan gagalnya pelaksanaan enam rencana perdamaian.

Aktivis mengatakan lebih dari 20.000 orang - sebagian besar warga sipil - tewas dalam 17 bulan, kerusuhan di Suriah.

Sebar

Email del.icio.us Facebook MySpace Twitter