Korut pulangkan pendatang gelap Korsel

  • 5 September 2014
Kawasan bebas militer Korea
Kedua Korea secara prinsip masih dalam keadaan perang dan dipisahkan kawasan bebas militer.

Korea Utara mengatakan akan mengembalikan seorang pria Korea Selatan yang memasuki negara itu secara gelap.

Dia ditangkap ketika memasuki Korea Utara melalui negara ketiga dan mengaku ingin hidup di Korut setelah mengalami kesulitan hidup di Korsel.

Rencananya, pria yang belum diungkapkan identitasnya itu akan dikembalikan lewat Panmunjom yang berada di kawasan bebas militer, Rabu 11 September mendatang.

Pemerintah Seoul mengatakan akan menerima dengan baik pemulangan pria tersebut.

Belakangan ini tercatat semakin banyak warga Korea Utara yang berupaya masuk ke Korea Selatan melalui Cina, namun arus sebaliknya amat jarang terjadi.

Bulan Oktober 2013, Pyongyang juga memulangkan enam pria Korea Selatan namun nama mereka tidak diumumkan, begitu juga dengan rincian tentang penahanan mereka di Korea Utara tidak jelas.

Kedua negara yang bertetangga ini secara prinsip masih dalam keadaan perang karena hanya menandatangani kesepakatan gencatan senjata pada akhir Perang Korea 1950-1953 dan bukan traktat perdamaian.

Sebuah kawasan bebas militer ditetapkan untuk memisahkan kedua negara yang hubungannya sering diwarnai ketegangan, antara lain terkait uji coba nuklir Korea Utara.