Uber dilarang beroperasi di Jerman

  • 2 September 2014
uber
Tarif yang dikenakan Uber sering jauh lebih murah dari taksi konvensional.

Layanan transportasi berbasis aplikasi di telepon genggam pintar, Uber, dilarang di seluruh Jerman.

Pengadilan di Frankfurt memutuskan bahwa perusahaan yang mengoperasikan Uber tidak memiliki izin hukum yang mencukupi untuk beroperasi di Jerman.

Terungkap pula bahwa pekan lalu Uber diberitahu mereka tidak boleh mengangkut penumpang dan akan didenda bila permintaan ini tidak diindahkan.

Menurut media Jerman Der Spiegel keputusan pengadilan Frankfurt ini bersifat sementara, yang membuka kemungkinan perubahan situasi di lapangan, tergantung dengan keputusan akhir dari lembaga hukum.

Uber juga diajukan ke pengadilan di London tetapi Juni lalu otoritas transportasi memutuskan untuk tidak meneruskan gugatan.

Uber yang berpusat di San Francisco memungkinkan para pengguna memanggil kendaraan melalui aplikasi di telepon genggam.

Biaya yang dikenakan sering kali jauh lebih murah dari operator taksi biasa.

Uber
Para supir taksi di Berlin, Jerman, memprotes Uber Juni lalu.

Ini membuat para sopir taksi di sejumlah negara memprotes Uber, yang mereka anggap lebih diuntungkan karena aturan yang harus dipatuhi oleh Uber lebih sedikit dari operator atau perusahaan taksi konvensional.

Uber, yang antara lain didukung oleh Google dan bank Goldman Sachs, menghadapi aksi protes oleh para supir taksi di beberapa kota Eropa, termasuk Berlin, Paris, dan London.

Berita terkait