Tren "face-kini" di Cina yang mendunia

  • 18 Agustus 2014
Face-kini
Para pengunjung pantai di Cina menggunakan Face-kini

Para pengunjung pantai di Cina di bagian timur kota Qingdao menggunakan penutup wajah untuk melindungi wajah mereka dari sinar matahari, seperti topeng Spiderman.

Penutup wajah yang disebut sebagai "face-kini" itu, pertama kali diketahui dipakai oleh seorang perempuan separuh baya yang menggunakannya ketika berenang di pantai, yang kemudian mendunia.

Majalah gaya hidup yang berbasis di New York, CR Fashion Book, yang didirikan oleh mantan editor Vogue Paris, Carine Roitfeld, baru-baru ini mempublikasikan foto sejumlah model yang menggunakan face-kini dan pakaian renang, serta perhiasan yang mahal.

Transformasi dari apa sebelumnya dianggap sebagai "gaya perempuan tua" di Cina menjadi tren busana menarik perhatian para pengguna internet.

Mencapai 12 juta

Dalam dua hari, pembicaraan tentang face-kini mencapai hampir 12 juta pos di media sosial Cina yang mirip dengan Twitter, Weibo.

"Perempuan tua Cina berada di pusat fashion dunia global," tulis salah satu komentar. "Seperti perampok bank yang tengah berjalan di pantai," canda seorang pengguna Weibo lainnya.

Face-kini
Para pengguna media sosial di Cina sebuh Face-kini merupakan "gaya wanita tua".

Kreativitas warga Cina untuk menghidari sengatan matahari, tampaknya tanpa batas.

Sebagai bagian dari face-kini, warga Cina juga menggunakan payung tabir surya yang dapat dipasang di sepeda.

Berita terkait