Adegan cium aktris Pakistan akan disensor?

  • 12 Agustus 2014
lagu pakistan
Gambar diambil dari YouTube dari lagu film Raja Natwarlal.

Aktris termahal Pakistan, Humaima Malik, mengatakan khawatir tentang tanggapan warga atas adegan ciumnya dengan aktor India Emraan Hashmi dalam peran pertama film Bollywood.

Malik termasuk satu di antara sejumlah aktris Pakistan yang menyeberang ke India untuk meningkatkan popularitas.

Bintang film Pakistan lain, Veena Malik, sempat menimbulkan kehebohan karena berpose dengan berani untuk majalah pria India tanpa memakai baju dan dengan tato huruf ISI -singkatan badan intelijen Pakistan- di lengannya.

Pindahnya aktris wanita Pakistan ke India dianggap sebagai satu hal yang ekstrem di Pakistan.

Warga merasa "mencium musuh" dan "kontak dengan majalah pria India" bukan sesuatu yang dapat diterima.

Adegan cium lain juga disensor di bioskop-bioskop Pakistan.

Dibiayai tentara

Berkembangnya bioskop multi-layar telah mengubah kebiasan itu.

Warga Pakistan banyak yang antusias menyaksikan film-film terbaru Bollywood dan juga Barat.

Bukan hanya film asing yang menarik minat warga Pakistan.

Film-film lokal juga cukup laris seperti Zinda Bhaag (Lari demi hidupmu), Waar (Serangan) dan Main Houn Shahid Afridi (Saya Shahid Afridi) juga sangat laris.

Film terlaris Waar -tentang propanda perang India di Pakistan- dilaporkan dibiayai sepenuhnya oleh ISPR, humas angkatan bersenjata Pakistan dan ISI.

Namun film Humaima Malik tampaknya tetap tidak akan lolos badan sensor Pakistan yang selalu mengedepankan patriotisme, terutama bila berhadapan dengan India.

Bollywood memang lebih besar dan lebih jelas prospeknya namun Lollywood -yang bermarkas di Lahore- dan tentara Pakistan bertekad ingin menarik kembali para bintang ke industri film Pakistan.