Inggris tolak obat pencegah kanker payudara

  • 8 Agustus 2014
kanker
Bagi kanker stadium lanjut, remisi lebih ampuh dari obat

Badan pengawas obat-obatan Inggris, NICE, menolak ketersediaan obat pencegah kanker payudara baru yang dibuat oleh sebuah perusahaan perintis obat kanker payudara.

Obat yang bernama Kadcyla ini diyakini dapat memperpanjang umur wanita yang terkena kanker payudara ganas selama enam bulan.

NICE menilai harga obat-obatan yang diproduksi oleh Roche ini tidak terjangkau.

Roche mengatakan obat seharga 90.000 poundsterling ( per pasien adalah harga yang murah.

Kedua organisasi obat-obatan itu telah bernegosiasi sejak NICE (Lembaga Kesehatan dan Perawatan Nasional) mengeluarkan pedoman untuk menolak obat tersebut, pada bulan April.

Harga dasar obat Kadcyla senilai £90.000 (Rp1,7 miliar) per pasien itu berdasarkan pada pada standar pengobatan yang berlangsung selama 14 bulan.

Roche mengatakan bahwa mereka telah menurunkan harga obat secara "substansial", tapi NICE melihat ada sedikit perbedaan dengan harga baru tersebut.

Pukulan berat

Kadcyla digunakan untuk mengobati orang yang terkena kanker payudara HER2-positif, jenis kanker yang telah menyebar ke bagian lain dari tubuh dan tidak dapat diangkat dengan operasi.

Seperlima dari kasus kanker payudara adalah HER2-positif, dan obat ini diyakini bermanfaat bagi 1.500 wanita per tahunnya.

Obat ini bekerja dengan cara menghancurkan dan menyerang sel-sel kanker dari dalam.

Obat ini tidak menyebabkan efek samping, seperti rambut rontok, yang biasanya terjadi dari berbagai jenis kemoterapi

Mia Rosenblatt, kepala kebijakan dan kampanye Breast Cancer Campaign, mengatakan kabar itu merupakan "pukulan besar".

"Kadcyla harus menghormati persetujuan NICE, dan kami meminta NICE dan Roche untuk segera bernegosiasi kembali untuk menemukan jalan keluar."