Dokter Zhivago alat intelijen CIA

  • 25 Juni 2014
zhivago
Bungkus kertas novel Doctor Zhivago versi bahasa Rusia yang pertama.

Novel terkenal dunia karangan Boris Pasternak, Dokter Zhivago, baru diterbitkan di Uni Soviet pada tahun 1988 karena kritik tersirat terhadap sistim Soviet.

Tetapi dengan alasan yang sama, CIA menginginkan warga Soviet membaca buku itu dan mengatur penerbitan buku pertama dalam bahasa Rusia.

Pada permulaan bulan September 1958 agen rahasia Belanda, Joop van der Wilden, membawa pulang 'senjata' terbaru CIA di tengah perang dingin Barat dan Uni Soviet dalam sebuah kantong kertas berwarna coklat.

"Saya sendiri memiliki latar belakang intelijen karena itu saya memahami ada sesuatu yang sangat penting yang harus dia ambil dan berikan ke pihak lain," kata jandanya, Rachel van der Wilden.

'Senjata' itu bukanlah teknologi militer canggih baru tetapi sebuah buku: cetakan edisi bahasa Rusia pertama Dokter Zhivago.

Novel gelap

"Sangat mengesankan. Anda membayangkan apa yang akan terjadi, apakah akan ada gunanya atau tidak," kata Rachel van der Wilden, yang meninggalkan badan intelijen asing Inggris, MI6, saat menikah dan pindah ke Den Haag tahun sebelumnya.

Dia masih memiliki buku dan bungkusnya yang ditulis suaminya tempat suaminya menulis Sabtu, 6 September 1958.

Buku itu adalah bagian dari percetakan gelap yang dikumpulkannya dari penerbit dan diberikan ke CIA.

Rencananya adalah ratusan buku akan diberikan kepada pengunjung dari Sovyet pada Pameran Internasional dan Universal Brussels yang saat itu diadakan di negara tetangga Belgia.

Pasternak sejak lama adalah salah satu penyair dan penerjemah terkenal Rusia dan sebagian pengunjung diperkirakan ingin membaca novelnya.

Novel ini baru diterbitkan di Uni Soviet sampai tahun 1988 saat reformasi perestroika diterapkan Mikhail Gorbachev dan tiga tahun kemudian Uni Sovyet runtuh.

Berita terkait