Konflik Irak picu kenaikan harga minyak

  • 13 Juni 2014
minyak irak
Situasi geopolitik di negara penghasil minyak pengaruhi harga

Harga minyak naik ke level tertinggi selama sembilan bulan di tengah kekhawatiran perkembangan di Irak yang dapat mempengaruhi pasokan global.

Minyak mentah Brent naik sekitar 3% menjadi $ 113,27 per barel, sementara minyak mentah Amerika Serikat naik lebih dari 2% menjadi $ 106,71, penafsiran tertinggi untuk keduanya sejak September.

Para gerilyawan telah mengambil alih dua kota di Irak, dan mendorong Amerika Serikat untuk mempertimbangkan "semua opsi" untuk membantu Irak.

Irak adalah produsen minyak terbesar kedua dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

"Jika konflik ini membuat Irak menjadi tersingkir sebagai eksportir, ini akan berdampak signifikan terhadap harga-harga," kata Christopher Bellew, seorang pedagang di Jefferies Bache.

Perkembangan ini juga merugikan pasar saham global. Saham Amerika Serikat jatuh pada hari Kamis dan indeks saham utama di Asia juga melemah pada awal perdagangan pada hari Jumat.

Timur Tengah adalah salah satu daerah penghasil minyak terbesar di dunia dan ada kekhawatiran bahwa jika konflik ini meningkat lebih lanjut, mungkin merugikan pasokan minyak global.

Pada hari Kamis, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan pemerintahnya sedang melihat "semua pilihan", termasuk aksi militer, untuk membantu Irak memerangi militan Islam.