Belajar bahasa kedua perlambat proses penuaan

  • 2 Juni 2014
Studi mengungkapkan mempelajari bahasa kedua saat dewasa juga memberikan efek positif.

Kajian yang dilakukan tim University of Edinburgh mengungkapkan walaupun dimulai pada usia tua, mempelajari bahasa kedua memberikan efek positif terhadap otak.

Para peneliti menyatakan bahasa kedua membuat kegiatan membaca, kemahiran verbal, dan intelektualitas meningkat.

Riset yang melibatkan 262 responden menunjukkan hasil positif ini berlaku baik bagi responden muda maupun tua.

Penelitian sebelumnya oleh Annals of Neurology mengungkapkan bicara dua bahasa mampu memperlambat serangan demensia selama beberapa tahun.

Pertanyaan besar muncul dari studi ini, apakah belajar bahasa baru meningkatkan fungsi kognitif atau orang dengan kemampuan kognitif lebih baik akan lebih mudah untuk menjadi bilingual.

Dr Thomas Bak dari pusat penelitian kognitif University of Edinburgh mengatakan, "Jutaan orang di dunia mempelajari bahasa kedua saat memasuki usia dewasa."

"Penelitian kami membuktikan meskipun dipelajari saat tua, belajar bahasa bisa memperlambat proses penuaan," lanjut Bak.

Profesor medis dari universitas Harvard Dr Alvaro Pascual-Leone menambahkan, "Studi epidemiologis penting sebagai langkah pertama mempelajari dampak bahasa kedua dan proses penuaan."