Ilmuwan peringatkan DBD di Piala Dunia

  • 18 Mei 2014
Demam berdarah
Brasil mencatat kasus demam berdarah paling banyak di dunia antara 2000 - 2013.

Para ilmuwan mengembangkan "sistem peringatan dini" untuk memperingatkan pihak berwenang akan risiko wabah demam berdarah di Brasil selama Piala Dunia.

Analisa yang diterbitkan di The Lancet Infectious Diseases memperkirakan kemungkinan merebaknya penyakit yang ditularkan nyamuk tersebut.

Para ilmuwan mengatakan terdapat risiko penyebaran DBD yang cukup tinggi untuk mengeluarkan peringatan di tiga tempat yakni Natal, Fortaleza dan Recife.

Dr Rachel Lowe dari Catalan Institute of Climate Sciences di Barcelona, Spanyol yang memimpin penelitian mengatakan: "Keprihatinan terbaru tentang demam berdarah di Brasil selama Piala Dunia menghiasi berbagai pemberitaan media, namun perkiraan ini didasarkan pada rata-rata kasus demam berdarah di masa lalu.

"Kemungkinan merebaknya wabah besar demam berdarah selama Piala Dunia yang menginfeksi pengunjung dan menyebarkan penyakit tersebut kembali ke negara asal mereka tergantung pada kombinasi dari banyak faktor termasuk berapa banyak nyamuk yang ada, populasi yang rentan dan tingkat tinggi antara kontak nyamuk dan manusia," jelas Lowe.

Paling banyak di Brasil

Brasil mencatat kasus demam berdarah paling banyak dibandingkan tempat lain di dunia antara tahun 2000 dan 2013 dengan laporan lebih dari tujuh juta kasus demam berdarah.

Sekitar satu juta penggemar sepak bola diperkirakan akan menyambangi 12 kota dimana pertandingan Piala Dunia di Brasil diadakan.

Pesta sepak bola terbesar dunia itu akan berlangsung dari tanggal 12 Juni hingga 13 Juli 2014.