Toshiba bakal produksi cip satu terabyte

  • 14 Mei 2014
kartu cip
Kartu cip berkapasitas 128 gigabyte buatan SanDisk dipamerkan beberapa waktu lalu.

Toshiba dan SanDisk bakal memproduksi kartu cip yang mampu menampung rekaman video berkualitas ultra-high definition berdurasi 50 jam.

Kedua perusahaan itu mengumumkan telah menginvestasikan 500 miliar yen atau setara dengan Rp56,13 triliun untuk mendirikan pabrik yang bakal memproduksi kartu cip berisi beberapa lapisan semikonduktor berkapasitas satu terabyte.

Sebagai gambaran, kartu cip berkapitas satu terabyte setara dengan 1.000 gigabyte atau 16 kali lebih besar dari kartu cip buatan Toshiba yang kini beredar di jutaan telepon seluler dan komputer tablet.

Adapun memori satu terabyte akan dapat menampung rekaman video berkualitas ultra-high definition berdurasi 50 jam.

Menurut juru bicara Toshiba, perusahaan asal Jepang itu akan menghancurkan pabrik yang ada saat ini di Jepang guna mendirikan pabrik baru.

Berdasarkan rencana, pabrik baru yang akan menggunakan teknologi anyar dari Toshiba dan SanDisk itu bakal mulai beroperasi pada 2016 mendatang.

“Dalam lima tahun (sejak pabrik mulai beroperasi) kami akan membuat produk berkapasitas satu terabyte,” ujar juru bicara Toshiba.

Tiga dimensi

Rencana itu dikemukakan di tengah persaingan perusahaan-perusahaan elektronik dalam membuat kartu cip yang mampu menampung memori lebih besar, namun dengan ukuran fisik sama atau lebih kecil, seiring dengan kemunculan kualitas video ultra-high definition.

Dengan teknologi kartu cip saat ini, Toshiba dan Samsung mengaku telah mencapai batas.

Karena itu, menurut Direktur Eksekutif SanDisk Sanjay Mehrotra, Toshiba dan perusahaan yang dipimpinnya akan beralih ke teknologi tiga dimensi dalam pembuatan kartu cip.

Berkat teknologi itu, lapisan semikonduktor dalam sebuah kartu cip berjumlah lebih banyak ketimbang semikonduktor pada kartu cip biasa.

Berita terkait