Saham Tiger Airways merosot

  • 6 Mei 2014
Tiger Airways mengaku kesulitan bersaing di pasar Asia.

Saham maskapai penerbangan yang berbasis di Singapura, Tiger Airways, melemah 8%, penurunan paling tajam dalam empat pekan terakhir.

Penurunan harga saham terjadi ketika Tiger Airways mengumumkan kenaikan kerugian bersih kuartalan yang keempat.

Kerugian perusahaan mencapai SGD96 juta atau sekitar Rp883 miliar pada periode Januari hingga Maret. Pada periode yang sama tahun lalu, Tiger Airways merugi SGD15 juta.

Perusahaan tersebut juga mempelihatkan prospek yang suram, dan mengatakan akan meninjau kerja sama dengan maskapai asal Indonesia Tigerair Mandala.

Tiger Airways mengaku kesulitan bersaing di pasar yang makin ramai.

"Walaupun dengan kendala suplai dan kapasitas, Tiger Airways tetap beroperasi di tengah persaingan ketat," jelas perwakilan maskapai tersebut.

Tiger Airways telah kehilangan seperempat dari harga pasar mereka tahun ini. Saham perusahaan yang juga dimiliki oleh Singapore Airlines ini turun sampai 40 sen dolar Singapura.

Peningkatan pendapatan di Asia berujung kepada meningkatnya penerbangan, membuat banyak maskapai bujet membuka rute baru dan menyediakan jadwal tambahan.

Terhitung sekitar 50 maskapai bujet beroperasi di Asia, dan AirAsia menjadi perusahaan terbesar.

Analis memperingatkan permintaan yang menanjak bisa menciptakan suplai berlebih.

Mereka juga mengkhawatirkan kompetisi sengit dapat mengakibatkan penurunan harga demi memikat konsumen.