BBC navigation

Mengapa wanita mengulangi aborsi?

Terbaru  28 April 2014 - 23:12 WIB
Wanita menangis

Sejumlah wanita pernah melakukan aborsi lebih dari satu kali.

Klinik penyedia layanan aborsi terkemuka di Inggris menjelaskan perlunya penelitian tentang alasan wanita mengulangi aborsi.

Marie Stopes UK yang membantu proses aborsi bagi 65.000 wanita tahun lalu kini tengah menyelidiki masalah ini.

Mereka melakukan wawancara melalui telepon dengan lebih 100 wanita muda yang pernah melakukan aborsi lebih dari sekali.

Mereka mengatakan 57% wanita menggunakan kontrasepsi saat menyadari hamil.

Marie Stopes UK mengatakan terlalu banyak wanita yang dikecewakan karena "kurangnya dukungan yang terus-menerus" dalam memilih dan memakai metode kontrasepsi yang paling efektif.

Tetapi pegiat antiaborsi mengatakan kontrasepsi bukan jawabannya.

'Tindakan ceroboh'

Wanita berusia 23 tahun dengan nama samaran Lisa yang pernah aborsi sebanyak empat kali mengatakan ia ingin wanita lain belajar dari "tindakannya yang ceroboh".

Ia menganggap aborsi bukanlah hal yang benar untuk dilakukan tetapi ia tidak ingin memiliki tiga atau empat anak dari ayah yang berbeda.

"Saya seharusnya lebih bertanggungjawab, karena saya sudah membunuh nyawa sekarang. Dan itu bukan kesalahan si bayi," ujar Lisa.

'Diperlukan jawaban'

Direktur kebijakan Marie Stopes UK, Genevieve Edwards mengatakan ia ingin melihat penurunan angka aborsi dengan cepat.

Sementara itu sekjen Yayasan untuk Perlindungan Anak yang Belum Lahir (SPUC), Paul Tully mengatakan: "Meningkatkan persediaan kontrasepsi tidak akan mengurangi angka aborsi."

"Kontrasepsi tidak akan mengatasi masalah sosial, keuangan, dan hubungan yang biasanya menjadi penyebab wanita memilih untuk aborsi," tambah Tully.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.