Kisah tentara kulit hitam AS di PD I

  • 26 April 2014
Novel grafis ini mengisahkan mitos di balik kehebatan tentara "kulit hitam" AS di PD I.

Novel grafis berlatar sejarah tentang kiprah tentara Amerika Serikat berkulit hitam di medan pertempuran Perang Dunia I, yang dikenal pemberani tetapi mengalami diskriminasi ketika perang usai, telah diluncurkan.

Penulis buku-buku laris, Max Brooks, bekerja sama dengan ilustrator Caanan White, telah melakukan riset sekitar dua puluh tahun tentang sepak terjang satuan tentara AS berkulit hitam yang dikenal dengan sebutan the Harlem Hellfighter.

Selama ini, apa yang dialami satuan tentara "kulit hitam" AS ini lebih banyak diselubungi mitos ketimbang kenyataan pahit yang mereka hadapi sebelum dan setelah perang usai.

Dalam buku yang seperti mengaburkan antara fakta dan fiksi ini digambarkan, ketika orang-orang ini kembali ke rumahnya pada 1919, mereka dipuji sebagai pahlawan, tetapi sekaligus menghadapi kekerasan berlatar rasisme, termasuk dari pemerintah AS sendiri.

Sejumlah catatan sejarah menunjukan, satuan ini banyak terlibat dalam berbagai pertempuran dibanding satuan lain dan acap memenangkan pertempuran.

Kisah getir

Melalui goresan tangan Caanan White, buku ini seperti menghidupkan lagi potongan sejarah kisah satuan militer kulit hitam ini, termasuk kisah getirnya.

Novel sejarah ini mengungkap kisah diskriminasi yang dialami tentara kulit hitam AS.

Selain menampilkan gambar-gambar brutal di medan perang parit di Prancis, novel grafis ini menyuguhkan pula perjalanan awal para warga kulit hitam AS sebelum berangkat berperang.

Mulai masa pendaftaran sebagai tentara AS di kampung mereka di Harlem, lalu ke kamp pelatihan di Spartanburg, Carolina Selatan, hingga pertempuran parit di Prancis, para pembaca akan mengetahui kisah heroik, kehormatan hingga keteguhan hati.

Berita terkait