BBC navigation

Sensor sidik jari Galaxy S5 diretas

Terbaru  16 April 2014 - 22:24 WIB
Samsung Galaxy S5, SR Labs

Para peneliti mengelabui Samsung Galaxy S5 dengan membuat cetakan sidik jari palsu.

Sensor sidik jari pada Samsung Galaxy S5 dapat diretas kurang dari seminggu sejak telepon pintar itu diluncurkan.

Perusahaan penelitian keamanan di Berlin, Security Research Lab (SRL) memakai cetakan yang pernah dibuat untuk mengelabui sensor produk Apple, iPhone 5S.

Para peneliti mengatakan mereka khawatir pencuri dapat mengeksploitasi kekurangan ini pada Samsung untuk melakukan transfer lewat situs pembayaran internet, PayPal.

Perusahaan pembayaran itu tidak menganggap besar risiko yang mungkin dihadapi.

"Sementara kami menganggap serius penelitian SRL, kami masih yakin bahwa pembuktian keaslian lewat sidik jari menawarkan cara yang lebih mudah dan aman untuk melakukan pembayaran lewat perangkat telepon genggam daripada memakai kata sandi maupun kartu kredit," seperti disampaikan SRL.

Akses kepada pencuri

SRL menambahkan bahwa meskipun diretas pengguna akan dapat mendapat ganti rugi.

Sementara itu juru bicara Samsung belum bisa memberikan komentar.

SRL melakukan peretasan dengan mengangkat sidik jari asli dari layar telepon pintar kemudian membuat cetakannya dari lem dan semprotan grafit. Lalu hasil cetakan digeserkan di atas sensor yang terletak di atas tombol telepon itu.

Meskipun sidik jari palsu terbukti mudah digunakan, manager proyek Ben Schlabs menyampaikan kekhawatiran bahwa perangkat lunak Samsung tidak akan mengunci akses dari pencuri dan memberikan kesempatan pada mereka untuk mengulanginya.

Schlabs menjelaskan, "Jika seseorang melakukan kesalahan lima kali Samsung akan mengunci akses dan meminta memasukkan password, tetapi jika Anda mematikan layar dan menyalakan kembali maka Anda akan bisa mencoba lagi".

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.