BBC navigation

Polusi di Asia memperkuat badai Pasifik

Terbaru  15 April 2014 - 15:26 WIB

Polusi di sejumlah wilayah Asia mempenharuhi pola cuasa di belahan dunia lainnya.

Polusi udara di Cina dan negara-negara Asia lainnya berdampak pada pola cuaca di seluruh belahan bumi utara, demikian kesimpulan sebuah penelitian.

Para peneliti menemukan bahwa polusi telah memperkuat badai di atas Samudra Pasifik, yang dampaknya berpengaruh kepada pola cuaca di bagian lain dunia.

Menurut penelitian yang dipublikasikan The Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), efek dari polusi ini paling menonjol selama musim dingin.

Penulis utama Yuan Wang dari the Jet Propulsion Laboratory at the California Institute of Technology, mengatakan: "Efeknya cukup dramatis. Polusi telah menyebabkan awal tebal dan curah hujan lebih tinggi..."

Sejumlah wilayah Asia memiliki tingkat polusi udara tertinggi di dunia.

Di ibu kota Cina, Beijing, polutan sering mencapai tingkat yang berbahaya, sedangkan emisi di ibu kota India, Delhi, juga secara teratur naik ke lapisan atas udara, demikian laporan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO.

Hal ini memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi kesehatan mereka yang tinggal di wilayah itu.

Badai pasifik

Kendati demikian, ada bukti yang terus berkembang bahwa ada dampak buruk lainnya yang lebih jauh lagi.

Untuk menganalisis masalah ini, para peneliti dari Amerika Serikat dan Cina menggunakan model komputer untuk melihat efek polusi di Asia pada pola cuaca.

Polusi di Beijing dan New Delhi menyebabkan badai di Lautan Pasifik.

Tim peneliti mengatakan bahwa partikel polusi kecil tertiup ke arah utara Lautan Pasifik, tempat mereka berinteraksi dengan tetesan air di udara.

Hal ini, kata para peneliti, disebabkan awan tumbuh lebih padat sehingga badai lebih sering terjadi di atas lautan.

Dr Yuan Wang mengatakan: "Sejak badai Pasifik merupakan komponen penting dalam sirkulasi umum global, dampak polusi Asia di jalur badai cenderung mempengaruhi pola cuaca dari bagian lain dunia selama musim dingin, terutama daerah seperti Amerika Utara."

Mengomentari studi ini, Profesor Ellie Highwood, seorang ahli fisika iklim di Universitas Reading, Inggris, mengatakan : "Kami menjadi semakin sadar bahwa polusi di atmosfer dapat memiliki dampak lokal dan dampak di bagian lain dunia."

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.