Gangguan makan pada pria kurang diperhatikan

  • 9 April 2014
Makanan
Para pria kadang tidak menyadari alami gangguan makan.

Pria dengan gangguan makan tidak mendapatkan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan, karena dianggap 'mengidap penyakit wanita', kata peneliti

Menurut kajian di Inggris, walaupun jumlahnya mencapai seperempat dari total kasus, pria dengan penyakit anoreksia dan gangguan makan lainnya kurang mendapatkan perhatian.

Pekerja kesehatan yang ada di lapangan memegang peranan penting mengidentifikasi gangguan makan pada pria, jelas para peneliti menurut laporan pada situs BMJ Open.

Pria ada di bawah tekanan untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal, papar sebuah badan amal.

Kesimpulan diambil tim peneliti Universitas Oxford dan Universitas Glasgow yang mewawancarai 39 pemuda berumur 16 hingga 25, termasuk 10 pria dewasa mengenai pengalaman diagnosa, perawatan, dan dukungan gangguan makan.

Menurut mereka, pria muda dengan gangguan makan tak terdiagnosa, diabaikan dan luput dari penelitian.

Tidak menyadari

Sebagian dari masalah ini disebabkan karena pria tidak memiliki pengetahuan mengenai gejala yang muncul, di samping menghindari makanan dan penghitungan kalori yang berlebihan.

Penelitian menunjukkan pria cenderung tidak menyadari bahwa mungkin mengalami problem karena menganggap penyakit gangguan makan hanya menyerang wanita, tutur Dr Ulla Raisanen dan Dr Kate Hunt.

Dokter umum dan profesional di bidangnya, seperti guru, punya andil besar mengubah pandangan terhadap gangguan makan terhadap pria.

Menanggapi hasil penelitian, Leanne Thorndyke dari badan amal gangguan makan Beat mengatakan bagian masyarakat yang mengalami tekanan terhadap bentuk tubuh mereka menjadi lebih besar.

"Majalah dengan selebriti dan model pria memberikan pengaruh besar kepada para pria untuk memiliki bentuk tubuh yang ideal," tambahnya.