Perubahan iklim, diam berarti "bencana"

  • 1 April 2014
Para ilmuwan khawatir dampak pemanasan global akan meluas pada manusia.

Harga yang harus dibayar atas ketidakpedulian manusia terhadap perubahan iklim akan "sangat besar", kata Menteri Luar Negeri AS, John Kerry.

Dalam pernyataannya, Kerry mengatakan ancaman besar atas pemanasan global tidak bisa diatasi "kecuali kita bertindak secara dramatis dan cepat."

"Ilmu pengetahuan memberitahu kita bahwa iklim dan cara hidup kita secara harfiah berada dalam bahaya. Penyangkalan atas bukti ini adalah sebuah kekeliruan."

"Ada orang yang mengatakan bahwa kita tidak mampu untuk bertindak. Tapi kita tidak bisa lagi menunggu. Biaya yang diakibatkan oleh perilaku diam saja adalah sebuah bencana."

Pernyataan Kerry ini merespon laporan PBB terbaru yang menyatakan dampak perubahan iklim "sangat parah dan tidak dapat diubah".

Tempat tinggal, kesehataan, dan pasokan makanan kita akan terancam karena suhu yang meningkat, kata laporan itu.

Pertemuan para ilmuwan dan pemangku kepentingan di Jepang mengatakan dokumen ini merupakan penilaian paling komperhensif yang mengungkap dampak perubahan iklim di dunia.

Rajendra Pachauri, ketua Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC), yang mengeluarkan laporan, mengatakan kepada BBC: "Bahkan di negara kaya, dampak perubahan iklim dapat menyebabkan insiden lebih besar dan dapat menyebabkan kemiskinan di beberapa komunitas tertentu."

"Namun ada masalah yang lebih buruk, karena beberapa masyarakat miskin di negara-negara termiskin di dunia akan terkena dampak yang paling buruk."

Berita terkait