Nyamuk membunuh sejuta orang setahun

  • 30 Maret 2014
nyamuk
Para ahli berusaha memahami gerak gerik nyamuk dengan menggunakan kamera canggih

Penduduk dunia di berbagai benua hingga saat ini masih tidak bisa menghindari gigitan nyamuk dan sejumlah penyakit mematikan yang disebarkannya.

Wabah chikungunya -penyakit yang disebarkan nyamuk lewat gigitan pada siang hari- saat ini sedang terjadi di daerah Karibia.

Lebih dari 5.900 kasus diperkirakan terjadi di hampir setengah wilayah pulau tersebut, lapor wartawan BBC, Lizzie Crouch dan Paula McGrath.

Selain malaria, nyamuk juga menyebabkan penyakit lain seperti demam berdarah dan kaki gajah yang menewaskan sekitar satu juta orang di dunia setiap tahunnya.

Meskipun kita ingin membasminya tetapi menghilangkan nyamuk justru dapat menimbulkan bencana lingkungan.

Nyamuk dewasa membantu penyerbukan dan serangga ini juga merupakan sumber makan bergizi bagi binatang lain.

Pelajari perilakunya

Kunci untuk mengurangi penyakit yang disebabkan nyamuk adalah dengan memahami tingkah laku serangga ini.

Para peneliti bekerja sama dengan ahli optik untuk memahami gerak-gerik nyamuk dengan menggunakan kamera canggih sehingga dapat diketahui pergerakan serangga dalam ruang tiga dimensi dan tempat istirahat yang paling digemari.

Disamping insektisida, cara lain untuk mengatasi jumlah nyamuk adalah dengan memasang jebakan bau, menciptakan nyamuk hasil rekayasa genetika yang tidak subur, maupun menggunakan binatang pemangsa larva.

"Kita perlu menggunakan bukti bukti yang ada untuk menargetkan tempat pembiakan," kata Profesor Hilary Ranson ketua tim peneliti mengatasi nyamuk di Sekolah Obat Tropis Liverpool Inggris.

Hasil penelitian menunjukkan pengasapan insektisida di luar ruangan seringkali dianggap kurang berguna sementara penyemprotan di dalam tempat tinggal lebih efektif dalam membunuh nyamuk di tempat mereka bersarang.