Musik indie Asia atasi perubahan

  • 24 Maret 2014
samba sunda
Samba Sunda sempat menduduki peringkat Musik Dunia Eropa.

Musik indie Asia yang mencampur tradisi dan budaya modern berkembang pesat sejalan dengan perkembangan pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.

Di antaranya adalah Samba Sunda dari Bandung yang mencampur gamelan dengan musik jazz dan Latin, seperti dilaporkan wartawan BBC John Clewley.

Kelompok musik ini menjadi satu satunya band Asia Tenggara yang berhasil masuk dalam 20 lagu teratas peringkat Musik Dunia versi Serikat Penyiaran Eropa dalam lebih 20 tahun terakhir.

Lomba pencari bakat di televisi yang banyak diadakan di Asia juga menghasilkan pemusik yang tidak memerlukan pendidikan musik yang mahal.

Salah satunya adalah Klantink yang semua anggotanya berasal dari jalanan Surabaya.

Mereka semua mengetahui cara bertahan hidup di jalan dan menghibur orang.

Caranya? Mereka bermusik dengan menggunakan sandal sebagai alat musik perkusi.

"Ini adalah lagu tentang pemusik jalanan seperti kami yang lahir, dibesarkan dan bekerja di jalanan. Kami belajar musik sendiri. Kami terus belajar dan berlatih," kata salah satu anggotanya, Wawan, kepada BBC.

Cerita sukses Samba Sunda dan Klantink ini juga terjadi di antara pemusik indie Asia lain di Bangalore India, Bangkok Thailand dan Shanghai Cina.

Mereka semua menghadapi masalah modernitas dan tradisi dengan menciptakan kembali versi baru kebudayaan mereka.

Berita terkait